Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Blue Moon, Dua Kali Purnama dalam Satu Bulan

Meskipun bukan dikategorikan peristiwa sangat langka, Blue Moon terjadi tujuh kali dalam 19 tahun.

Senin, 1 Juni 2026
A A
Bulan fase kuartal pertama, diambil dengan teleskop diameter 20 cm dan kamera smartphone di Observatorium Bosscha serta dokumentasi kegiatan praktikum mahasiswa Astronomi ITB. Foto Dok. ITB.

Bulan fase kuartal pertama, diambil dengan teleskop diameter 20 cm dan kamera smartphone di Observatorium Bosscha serta dokumentasi kegiatan praktikum mahasiswa Astronomi ITB. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Blue Moon tidak terjadi setiap tahun, tetapi juga bukan fenomena yang sangat langka. Fenomena ini dapat terjadi sekitar tujuh kali dalam kurun waktu 19 tahun.

“Kejadiannya tidak terkait musim, sehingga bisa terjadi pada bulan apa saja,” kata dia.

Setelah 31 Mei 2026, fenomena Blue Moon berikutnya diperkirakan akan terjadi pada 31 Desember 2028 dan 30 September 2031. Tanggal tersebut dapat dihitung berdasarkan siklus purnama yang berlangsung sekitar 29,5 hari. Fenomena ini menjadi menarik karena memperlihatkan bagaimana siklus Bulan dan sistem kalender Masehi dapat menghasilkan dua kali purnama dalam satu bulan yang sama.

Diamati dengan mata telanjang

Untuk pengamatan di Indonesia, puncak purnama pada 31 Mei 2026 terjadi sekitar pukul 15.44 WIB. Masyarakat tetap dapat melihat Bulan pada malam hari karena purnama dapat diamati dalam rentang waktu yang cukup panjang.

“Mulai dari Bulan terbit sekitar Matahari terbenam hingga menjelang pagi,” ujar dia.

Tidak diperlukan alat khusus untuk mengamati Blue Moon. Fenomena ini dapat dilihat langsung dengan mata telanjang, sebagaimana masyarakat mengamati purnama biasa.

“Tidak ada tips khusus, karena ini akan tampak seperti purnama biasa dan bisa dilihat dengan mata telanjang,” jelas dia.

Peran Astronomi ITB

Program Studi Astronomi ITB memiliki fasilitas pengamatan, seperti laboratorium teleskop di Kampus ITB Ganesha dan Observatorium Bosscha. Fasilitas tersebut digunakan untuk kegiatan pendidikan, praktikum, dan penelitian astronomi, terutama pada fenomena Bulan yang memiliki aspek ilmiah tertentu seperti gerhana bulan, hilal, dan supermoon.

Namun, untuk fenomena Blue Moon, ITB tidak melakukan pengamatan khusus karena fenomena ini hanya merupakan istilah untuk purnama kedua dalam satu bulan Masehi. Pengamatan Bulan biasanya dilakukan untuk fenomena seperti gerhana bulan, hilal, atau supermoon.

Meski demikian, perhatian masyarakat terhadap Blue Moon tetap dapat menjadi momentum edukasi untuk mengenalkan astronomi secara sederhana, khususnya tentang hubungan antara siklus Bulan dan sistem kalender. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Astronomi ITBBlue MoonFMIPA ITBObservatorium Bosscha

Editor

Next Post
Pumma, alat deteksi tsunami dari BRIN. Foto Dok. BRIN.

Pumma, Alat Deteksi Tsunami dan Rob Murah dan Realtime

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.Titik-titik Api Muncul di Rumah Warga Bekas Rawa yang Mengandung Metana
    In News
    Selasa, 2 Juni 2026
  • Konservasi Mangrove di Pesisir Semarang. Foto mangrovetag.com.Mangrove Atasi Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut di Pantura Jawa
    In Lingkungan
    Selasa, 2 Juni 2026
  • Pumma, alat deteksi tsunami dari BRIN. Foto Dok. BRIN.Pumma, Alat Deteksi Tsunami dan Rob Murah dan Realtime
    In IPTEK
    Senin, 1 Juni 2026
  • Bulan fase kuartal pertama, diambil dengan teleskop diameter 20 cm dan kamera smartphone di Observatorium Bosscha serta dokumentasi kegiatan praktikum mahasiswa Astronomi ITB. Foto Dok. ITB.Blue Moon, Dua Kali Purnama dalam Satu Bulan
    In Rehat
    Senin, 1 Juni 2026
  • Jejak migrasi dan budaya prasejarah di Sumatra. Foto Dok. BRIN.Jejak Migrasi Prasejarah hingga Awal Manusia Modern di Indonesia
    In Rehat
    Minggu, 31 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media