Blue Moon tidak terjadi setiap tahun, tetapi juga bukan fenomena yang sangat langka. Fenomena ini dapat terjadi sekitar tujuh kali dalam kurun waktu 19 tahun.
“Kejadiannya tidak terkait musim, sehingga bisa terjadi pada bulan apa saja,” kata dia.
Setelah 31 Mei 2026, fenomena Blue Moon berikutnya diperkirakan akan terjadi pada 31 Desember 2028 dan 30 September 2031. Tanggal tersebut dapat dihitung berdasarkan siklus purnama yang berlangsung sekitar 29,5 hari. Fenomena ini menjadi menarik karena memperlihatkan bagaimana siklus Bulan dan sistem kalender Masehi dapat menghasilkan dua kali purnama dalam satu bulan yang sama.
Diamati dengan mata telanjang
Untuk pengamatan di Indonesia, puncak purnama pada 31 Mei 2026 terjadi sekitar pukul 15.44 WIB. Masyarakat tetap dapat melihat Bulan pada malam hari karena purnama dapat diamati dalam rentang waktu yang cukup panjang.
“Mulai dari Bulan terbit sekitar Matahari terbenam hingga menjelang pagi,” ujar dia.
Tidak diperlukan alat khusus untuk mengamati Blue Moon. Fenomena ini dapat dilihat langsung dengan mata telanjang, sebagaimana masyarakat mengamati purnama biasa.
“Tidak ada tips khusus, karena ini akan tampak seperti purnama biasa dan bisa dilihat dengan mata telanjang,” jelas dia.
Peran Astronomi ITB
Program Studi Astronomi ITB memiliki fasilitas pengamatan, seperti laboratorium teleskop di Kampus ITB Ganesha dan Observatorium Bosscha. Fasilitas tersebut digunakan untuk kegiatan pendidikan, praktikum, dan penelitian astronomi, terutama pada fenomena Bulan yang memiliki aspek ilmiah tertentu seperti gerhana bulan, hilal, dan supermoon.
Namun, untuk fenomena Blue Moon, ITB tidak melakukan pengamatan khusus karena fenomena ini hanya merupakan istilah untuk purnama kedua dalam satu bulan Masehi. Pengamatan Bulan biasanya dilakukan untuk fenomena seperti gerhana bulan, hilal, atau supermoon.
Meski demikian, perhatian masyarakat terhadap Blue Moon tetap dapat menjadi momentum edukasi untuk mengenalkan astronomi secara sederhana, khususnya tentang hubungan antara siklus Bulan dan sistem kalender. [WLC02]
Sumber: ITB






Discussion about this post