Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Ajak Global Kolaborasi Pengamatan Laut Demi Informasi Cuaca yang Akurat

Rabu, 25 Oktober 2023
A A
Acara Data Buoy Co-Operation Panel-39 di Nusa Dua, Bali. Foto Dok. BMKG.

Acara Data Buoy Co-Operation Panel-39 di Nusa Dua, Bali. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

“Upaya kolaboratif ini memiliki peran sentral dalam memahami kondisi lautan global dan ekosistemnya secara menyeluruh, membangun kemitraan global yang memfasilitasi sumber daya dan solusi bersama untuk mengatasi tantangan samudera di dunia,” papar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam DBCP-39 di Nusa Dua, Bali pada 24 Oktober 2023.

Baca Juga: Perusahaan Tambang Nikel Gugat UU 27 Tahun 2007, Walhi: Ancaman Kelangsungan Hidup Pulau Kecil

Saat dunia semakin terhubung dan penting bekerja sama secara global, DBCP menjadi simbol kolaborasi ilmiah yang kuat. Program ini tidak sekadar berupaya untuk membagi pengetahuan, tetapi juga berkomitmen untuk mencapai tujuannya secara aktif, membuka peluang untuk terobosan dalam disiplin ilmu seperti oseanografi, meteorologi, klimatologi, dan bidang-bidang lainnya. Data yang tersedia secara terbuka dianggap sebagai harta berharga bagi peneliti dan masyarakat yang prihatin akan lingkungan. Tekad DBCP adalah memastikan data tentang laut dan iklim dapat diakses semua pihak.

Data tersebut memberikan wawasan berharga tentang dinamika cuaca dan kondisi lautan yang memungkinkan untuk memprediksi dan merespons bencana alam, seperti tsunami dan cuaca buruk, dengan lebih presisi.

“Semoga pertemuan DBCP ini memberi dampak positif bagi dunia. Hasilnya bisa memberikan kontribusi pada inisiatif Early Warnings for All (EW4All) yang digagas World Meteorological Organization (WMO) dan untuk mendukung Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan,” kata Dwikorita. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Arus Lintas IndonesiaBMKGData Buoy Co-Operation PanelEl Ninopengamatan lautWorld Meteorological Organization

Editor

Next Post
Wisatawan Gunung Bromo melihat detik-detik sinar matahari merekah di langit pagi hari. Foto wanaloka.com.

Keindahan Langit Indonesia Jadi Peluang Pengembangan Astrowisata

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media