Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Ajak Global Kolaborasi Pengamatan Laut Demi Informasi Cuaca yang Akurat

Rabu, 25 Oktober 2023
A A
Acara Data Buoy Co-Operation Panel-39 di Nusa Dua, Bali. Foto Dok. BMKG.

Acara Data Buoy Co-Operation Panel-39 di Nusa Dua, Bali. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di Indonesia, interaksi antara daratan dan laut telah menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan karakteristik cuaca dan iklim. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan tropis yang sekitar 70 persen wilayahnya dikelilingi perairan, sehingga menjaga keseimbangan antara daratan dan lautan adalah tantangan.

Peristiwa seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) memiliki dampak signifikan. Lantaran posisi geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Pasifik. Selain itu, aktivitas Arus Lintas Indonesia (Arlindo) juga turut memengaruhi kondisi cuaca dan iklim di Indonesia.

Usai mengalami rangkaian tahun yang bergejolak, mulai dari La Nina Triple-Dip pada tahun 2020 hingga 2022, Indonesia sekarang dihadapkan pada masalah kekeringan serius yang dipicu El Nino yang kuat. Keakuratan dan keterlambatan peringatan dini sangat penting, karena bergantung pada data pengamatan laut yang dikumpulkan melalui situs web OceanOPS.

Baca Juga: Terinspirasi Yin Yang, Tim Kuya Sigma ITB Raih Sertifikat Tahan Gempa

Keberhasilan pengamatan laut sejalan dengan salah satu peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mengeluarkan informasi dan peringatan dini terkait cuaca perairan. BMKG memenuhi tanggung jawab dengan berperan aktif dalam penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam penggunaan model prakiraan cuaca perairan yang mutakhir. Serta memungkinkan prediksi cuaca perairan dan parameter oseanografi yang lebih akurat.

Pentingnya pengamatan laut menuntut kolaborasi yang erat. BMKG berkomitmen untuk berpartisipasi dalam inisiatif bersama sejak tahun 2015 dengan berfokus pada pemeliharaan Buoy Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis and Prediction (RAMA). Kolaborasi juga meningkatkan ketersediaan data dan metadata dan mendorong kerja sama yang lebih erat dengan komunitas pengguna data pelampung. Serta mempromosikan praktik terbaik dalam manajemen data dalam kegiatan Data Buoy Co-Operation Panel (DBCP-39).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arus Lintas IndonesiaBMKGData Buoy Co-Operation PanelEl Ninopengamatan lautWorld Meteorological Organization

Editor

Next Post
Wisatawan Gunung Bromo melihat detik-detik sinar matahari merekah di langit pagi hari. Foto wanaloka.com.

Keindahan Langit Indonesia Jadi Peluang Pengembangan Astrowisata

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media