Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG Ajak Global Kolaborasi Pengamatan Laut Demi Informasi Cuaca yang Akurat

Rabu, 25 Oktober 2023
A A
Acara Data Buoy Co-Operation Panel-39 di Nusa Dua, Bali. Foto Dok. BMKG.

Acara Data Buoy Co-Operation Panel-39 di Nusa Dua, Bali. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di Indonesia, interaksi antara daratan dan laut telah menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan karakteristik cuaca dan iklim. Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan tropis yang sekitar 70 persen wilayahnya dikelilingi perairan, sehingga menjaga keseimbangan antara daratan dan lautan adalah tantangan.

Peristiwa seperti El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) memiliki dampak signifikan. Lantaran posisi geografis Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera, yakni Samudera Hindia dan Pasifik. Selain itu, aktivitas Arus Lintas Indonesia (Arlindo) juga turut memengaruhi kondisi cuaca dan iklim di Indonesia.

Usai mengalami rangkaian tahun yang bergejolak, mulai dari La Nina Triple-Dip pada tahun 2020 hingga 2022, Indonesia sekarang dihadapkan pada masalah kekeringan serius yang dipicu El Nino yang kuat. Keakuratan dan keterlambatan peringatan dini sangat penting, karena bergantung pada data pengamatan laut yang dikumpulkan melalui situs web OceanOPS.

Baca Juga: Terinspirasi Yin Yang, Tim Kuya Sigma ITB Raih Sertifikat Tahan Gempa

Keberhasilan pengamatan laut sejalan dengan salah satu peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam mengeluarkan informasi dan peringatan dini terkait cuaca perairan. BMKG memenuhi tanggung jawab dengan berperan aktif dalam penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam penggunaan model prakiraan cuaca perairan yang mutakhir. Serta memungkinkan prediksi cuaca perairan dan parameter oseanografi yang lebih akurat.

Pentingnya pengamatan laut menuntut kolaborasi yang erat. BMKG berkomitmen untuk berpartisipasi dalam inisiatif bersama sejak tahun 2015 dengan berfokus pada pemeliharaan Buoy Research Moored Array for African-Asian-Australian Monsoon Analysis and Prediction (RAMA). Kolaborasi juga meningkatkan ketersediaan data dan metadata dan mendorong kerja sama yang lebih erat dengan komunitas pengguna data pelampung. Serta mempromosikan praktik terbaik dalam manajemen data dalam kegiatan Data Buoy Co-Operation Panel (DBCP-39).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arus Lintas IndonesiaBMKGData Buoy Co-Operation PanelEl Ninopengamatan lautWorld Meteorological Organization

Editor

Next Post
Wisatawan Gunung Bromo melihat detik-detik sinar matahari merekah di langit pagi hari. Foto wanaloka.com.

Keindahan Langit Indonesia Jadi Peluang Pengembangan Astrowisata

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media