Senin, 9 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi untuk Kesuburan Tanaman

Hasil penelitian, endapan silika dan unsur-unsur penyertanya dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan tahan hama.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Tim peneliti dari dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, 5 Juli 2024. Foto UGM.

Tim peneliti dari dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, 5 Juli 2024. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim peneliti UGM yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM berhasil mengembangkan booster cair untuk meningkatkan kesuburan tanaman pertanian di dataran tinggi Dieng. Booster cair itu berbahan baku endapan silika yang selama ini menjadi produk sampingan dari pembangkit listrik energi geothermal.

Booster itu dinamai “Sulasih-Sulanjana”, seperti nama dewa dewi penyubur dan penjaga tanaman. Menurut Ketua Tim Peneliti, Pri Utami, pemilihan nama tersebut mengakar pada kearifan lokal yang tersirat dalam tembang pengiring tari “Lengger” mengenai upaya mengelola sumber daya dengan tetap menjaga kelestarian alam.

“Kami ambil namanya dari nama dewa dewi penyubur tanaman,” kata Pri Utami dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juli 2024.

Baca Juga: KLHK Ajak Kadinas LH Pilah Sampah dari Rumah karena TPA adalah Tempat Residu

Tim peneliti itu beranggotakan para ahli dengan kepakaran masing-masing. Ada ahli geologi panas bumi, Pri Utami; , ahli nano bioteknologi Ronny Martien; ahli teknik bioproses Wiratni; ahli konservasi tanah dan air Ngadisih. Serta ditambah peneliti dari PT Geo Dipa Energi (Persero), Herdian.

Pri menerangkan bahwa air panas bumi (brine) dioperasikan oleh PT GDE untuk memasok energi listrik sebesar 60 MW ke dalam jaringan Jawa – Bali. Adapun brine yang telah diekstrak energinya, kemudian diinjeksikan kembali ke dalam reservoar sistem panas bumi. Namun Brine yang ada di Dieng mengandung silika dalam konsentrasi yang tinggi beserta zat-zat lain sebagai produk sampingan panas bumi.

“Silika membentuk endapan yang selama ini dianggap sebagai limbah,” terang Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM itu.

Baca Juga: Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

Setelah diteliti, endapan silika dan unsur-unsur penyertanya bermanfaat bagi tanaman karena meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan terhadap serangan hama.

“Tim kami memproses silika dan unsur-unsur bermanfaat lainnya dengan teknologi nano-partikulat menjadi booster cair yang ramah lingkungan yang siap diaplikasikan pada perkebunan di Dieng,” papar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: booster cairenergi panas bumipembangkit listrik energi geothermaltanaman pertanianTeknik Geologi Fakultas Teknik UGM

Editor

Next Post
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi warga Sagea - Kiya di Halmahera Tengah menolak pertambangan. Foto Dok. Jatam.Dugaan Kriminalisasi Warga Sagea – Kiya, Jatam: Pasal 162 UU Minerba Melanggengkan Praktik SLAPP
    In Lingkungan
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi anak gajah da induknya. Foto cocoparisienne/pixabay.com.Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pakar Ingatkan Bahaya Pasang Jerat Bagi Satwa Liar
    In Rehat
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.Serbuan Tawon di Tol Cipularang, Alarm Penurunan Kualitas Lingkungan
    In Lingkungan
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Ilustrasi suasana saat hujan turun. Foto Horacio30/pixabay.com.Potensi Hujan Lebat Saat Libur Lebaran Idulfitri 2026
    In News
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Gerhana bulan total, 3 Maret 2026 pukul 18.57 WIB. Foto Observatorium Bosscha.Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total
    In Rehat
    Rabu, 4 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media