Minggu, 6 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Booster Cair dari Endapan Silika Panas Bumi untuk Kesuburan Tanaman

Hasil penelitian, endapan silika dan unsur-unsur penyertanya dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan tahan hama.

Sabtu, 6 Juli 2024
A A
Tim peneliti dari dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, 5 Juli 2024. Foto UGM.

Tim peneliti dari dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, 5 Juli 2024. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim peneliti UGM yang tergabung dalam Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM berhasil mengembangkan booster cair untuk meningkatkan kesuburan tanaman pertanian di dataran tinggi Dieng. Booster cair itu berbahan baku endapan silika yang selama ini menjadi produk sampingan dari pembangkit listrik energi geothermal.

Booster itu dinamai “Sulasih-Sulanjana”, seperti nama dewa dewi penyubur dan penjaga tanaman. Menurut Ketua Tim Peneliti, Pri Utami, pemilihan nama tersebut mengakar pada kearifan lokal yang tersirat dalam tembang pengiring tari “Lengger” mengenai upaya mengelola sumber daya dengan tetap menjaga kelestarian alam.

“Kami ambil namanya dari nama dewa dewi penyubur tanaman,” kata Pri Utami dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Juli 2024.

Baca Juga: KLHK Ajak Kadinas LH Pilah Sampah dari Rumah karena TPA adalah Tempat Residu

Tim peneliti itu beranggotakan para ahli dengan kepakaran masing-masing. Ada ahli geologi panas bumi, Pri Utami; , ahli nano bioteknologi Ronny Martien; ahli teknik bioproses Wiratni; ahli konservasi tanah dan air Ngadisih. Serta ditambah peneliti dari PT Geo Dipa Energi (Persero), Herdian.

Pri menerangkan bahwa air panas bumi (brine) dioperasikan oleh PT GDE untuk memasok energi listrik sebesar 60 MW ke dalam jaringan Jawa – Bali. Adapun brine yang telah diekstrak energinya, kemudian diinjeksikan kembali ke dalam reservoar sistem panas bumi. Namun Brine yang ada di Dieng mengandung silika dalam konsentrasi yang tinggi beserta zat-zat lain sebagai produk sampingan panas bumi.

“Silika membentuk endapan yang selama ini dianggap sebagai limbah,” terang Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM itu.

Baca Juga: Warga Sitimulyo Tolak TPSS Srimulyo di Bantul, Khawatir Cemari Sawah dan Lingkungan

Setelah diteliti, endapan silika dan unsur-unsur penyertanya bermanfaat bagi tanaman karena meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan terhadap serangan hama.

“Tim kami memproses silika dan unsur-unsur bermanfaat lainnya dengan teknologi nano-partikulat menjadi booster cair yang ramah lingkungan yang siap diaplikasikan pada perkebunan di Dieng,” papar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: booster cairenergi panas bumipembangkit listrik energi geothermaltanaman pertanianTeknik Geologi Fakultas Teknik UGM

Editor

Next Post
Penelitian aneka spesies flora yang hampir punah di TNGL oleh tim peneliti BRIN. Foto BRIN.

Gajo, Tanaman Endemik TNGL yang ‘Hilang’ Setengah Abad Kini Ditemukan Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media