Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BRIN dan Undip Kembangkan Beras Biosalin dari Padi yang Tahan Air Laut

Saat penduduk semakin banyak, sedangkan tanah semakin sempit, ilmuwan harus berinovasi agar suatu saat padi bisa tumbuh di laut.

Sabtu, 28 Desember 2024
A A
BRIN dan Undip tengah kembangkan padi biosalin. Foto BKPUK BRIN/KSA.

BRIN dan Undip tengah kembangkan padi biosalin. Foto BKPUK BRIN/KSA.

Share on FacebookShare on Twitter

“Fokus kami di bidang marine, termasuk untuk padi salin kami siap bergandengan dengan BRIN,” jelas Nyoman.

Ia berharap kerja sama Undip dengan BRIN nantinya dapat mengembangkan sektor kelautan yang berdampak ilmiah, sosial, dan ekonomi. Undip juga berencana mengajukan kolaborasi riset dengan BRIN yang akan segera ditindaklanjuti.

Baca juga: Riset BRIN, Potensi Tsunami di Jakarta 2,5 Jam Usai Megathrust Selatan Jawa

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni menyebut kerja sama ini adalah wujud kerja sama yang konkrit antara BRIN dengan universitas. Ia menekankan agar Undip dapat memperbanyak kesempatan anak-anak daerah untuk mendapatkan beasiswa belajar di kampus tersebut.

“BRIN ada dana LPDP, perkuat apa yang ada di sini, lakukan kolaborasi. Saat penduduk semakin banyak, sedangkan tanah semakin sedikit, kami harus berinovasi agar suatu saat padi bisa tumbuh di laut. Apa yang bisa kita miliki, mari kelola dengan masyarakat lokal supaya membawa manfaat yang lebih besar,” papar dia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: beras biosalinBRINsalinitas tinggiUndip

Editor

Next Post
Ilustrasi dada ayam tanpa kulit. Foto kakyusei/pixabay.com.

Alasan Penggemar Gaya Hidup Sehat Pilih Dada Ayam dan Hindari Sayap Ayam

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media