Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Budi Setiadi, Lahirkan 17 Inovasi Melon untuk Kosmetik hingga Seukuran Apel

Buah melon yang rata-rata hampir sebesar bola boling itu, kini ada yang seukuran apel. Tentu saja lebih praktis karena mudah dibawa ke mana-mana.

Rabu, 11 Januari 2023
A A
Guru Besar Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono.Foto ugm.ac.id

Guru Besar Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono.Foto ugm.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berkutat dengan buah melon bukan hal baru bagi Prof. Budi Setiadi Daryono. Guru Besar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah melakukan riset tentang melon dan menghasilkan sejumlah produk melon rakitan. Ada Melodi Gama 1, 2, dan 3 serta melon GMB dan Tacapa yang dirakit sejak 2008-2010.

Setahun kemudian, pada 2011, ia menawarkan produk hasil risetnya itu kepada ibu-ibu sosialita. Hasilnya, mereka mengeluh. Lantaran ukuran buah melon besar dan berat seperti semangka. Akibatnya, melon pun tak praktis dibawa ke manapun untuk dikonsumsi.

“Ribet katanya. Tidak habis sekali makan. Kalau disimpan di kulkas, makan tempat,” kata Budi pada 9 Januari 2023, menirukan keluhan ibu-ibu itu.

Baca Juga: Gunung Api Marapi dan Kerinci di Sumatera Barat Erupsi Hari Ini

Gara-gara itu pula, Budi dan tim pun kembali tancap gas merakit kultivar melon baru sesuai permintaan. Setahun kemudian, lahirlah buah melon yang menyerupai apel. Ukurannya pun handy alias sebesar genggaman tangan. Beratnya pun berkisar 300-800 gram per buah. Budi memberi nama Hikapel. Nama itu diambil dari nama anak bungsunya Fadhil Hikari Setiadi yang lahir bersamaan dengan usainya riset melon itu pada 2012. Riset Hikapel pun mendapat pendanaan RISPRO KPDP Kemenkeu tahun 2015-2017.

Meskipun memiliki ukuran relatif kecil, melon tersebut tetap mempunyai rasa dan keharuman yang khas seperti melon umumnya. Rasanya pun tetap manis dengan daging buahnya berwarna oranye. Berbeda dengan melon umumnya yang berwarna hijau. Tak heran, warna oranye itu menandakan melon Hikapel mengandung senyawa betakaroten yang cukup tinggi.

Baca Juga: Dampak Gempa Maluku, Jumlah Rumah Rusak dan Korban Luka Bertambah

“Betakaroten berguna bagi kesehatan mata, kaya antioksidan, serta mengandung vitamin C dan beberapa mineral lainnya,” urai Dekan Fakultas Biologi UGM ini.

Kulit melon Hikapel memiliki gradasi warna dari krem hingga oranye. Gradasi warna tersebut menjadi penanda tingkat kematangan buah. Hikapel bisa dikonsumsi ketika kulit buah sudah berwarna krem. Namun untuk mendapatkan rasa manis yang sempurna, carilah Hikapel dengan warna kulit yang telah berubah menjadi oranye.

Selain sarat dengan kandungan gizi, melon jenis ini juga memiliki masa tanam relatif lebih cepat. Melon umumnya punya masa tanam 90 hari, sedangkan melon Hikapel cukup 60 hari.

Baca Juga: Dampak Gempa Maluku, BNPB Sebut 124 Rumah Rusak dan Satu Warga Terluka

Harga jualnya pun tinggi. Melon umumnya seharga Rp10 ribu per kilogram. Sedangkan melon Hikapel Rp35 ribu per kilogramnya di sekitar Jogja.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: baby melon Hikapelbuah melonmelon HikapelProf. Budi Setiadi Daryonoukuran handy

Editor

Next Post
Titik-titik gunung lumpur (segitiga merah) di sekitar Tanimbar. Foto Twitter @YonKerbauRawa

Pulau Baru Pascagempa Maluku, Gunung Lumpur atau Pengangkatan Dasar Laut?

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media