Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pulau Baru Pascagempa Maluku, Gunung Lumpur atau Pengangkatan Dasar Laut?

Kemunculan 'pulau baru' pascagempa Maluku ternyata fenomena biasa menurut sejumlah pakar. Yuk, simak analisis mereka!

Kamis, 12 Januari 2023
A A
Titik-titik gunung lumpur (segitiga merah) di sekitar Tanimbar. Foto Twitter @YonKerbauRawa

Titik-titik gunung lumpur (segitiga merah) di sekitar Tanimbar. Foto Twitter @YonKerbauRawa

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat Desa Teinaman di Kepulauan Tanimbar, Maluku panik dan ketakutan. Sebab sebuah ‘pulau baru’ mendadak muncul dan menyembul ke permukaan laut yang berdekatan dengan kepulauan mereka. Pulau itu tampak tak lama berselang usai gempa bumi bermagnitudo 7,5 mengguncang Maluku pada Selasa, 10 Januari 2023 dini hari, pukul 00.47 WIB atau pukul 02.47 WIT. Bagi masyarakat, kemunculan pulau baru itu adalah keanehan.

“Sebenarnya peristiwa alam ini fenomena alam biasa yang dikenal dengan istilah mud volcano,” terang Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono melalui akun Facebook-nya, 11 Januari 2023.

Mud volcano atau gunung lumpur memang terkadang muncul ke permukaan laut beberapa saat setelah gempa kuat terjadi. Mengapa gunung lumpur itu muncul?

Baca Juga: Budi Setiadi, Lahirkan 17 Inovasi Melon untuk Kosmetik hingga Seukuran Apel

Daryono menjelaskan, secara fisis, tekanan di dalam lapisan kulit bumi terakumulasi ketika cairan dan gas bawah tanah tidak dapat keluar akibat terjebak dalam lapisan sedimen. Material lunak ini terperangkap. Kemudian dapat menjadi overpressure apabila ditekan oleh gaya tektonik. Bisa juga karena ada masukan guncangan gempa kuat yang merupakan input motion.

Kemudian gempa memberi tekanan pada lapisan plastis di bawahnya. Ketika tekanan di lapisan yang lebih dalam mengendur, kemudian menyebar ke luar. Akhirnya, gunung lumpur atau pulau baru itu terbentuk. Yakni ketika cairan dan gas dalam bumi menemukan jalan keluar ke permukaan melalui rekahan batuan yang terbentuk akibat guncangan gempa kuat.

Baca Juga: Gempa di Darat Waropen Papua Mag5,1

Material lunak itu kemudian bergerak ke atas rekahan secara perlahan sembari membawa material lumpur sehingga membentuk gunungan lumpur.

“Umumnya, pulau baru itu akan ‘hilang’ dengan sendirinya,” kata Daryono.

Fenomena kemunculan pulau baru pascagempa itu telah terjadi di beberapa tempat. Beberapa data yang dihimpun Daryono, sejumlah pulau baru itu muncul pasca gempa-gempa kuat terjadi. Meliputi:
1.Gempa Ormara, Makran, M8,1pada 28 November 1945
2.Gempa Nikkapu, Jepang M8,6 pada 4 Maret 1952
3.Gempa Gobi Altay, Mongolia M8,3 pada 4 Desember 1957
4.Gempa Kandewari, Pakistan M7,7 pada 26 Januari 2001
5.Gempa Andaman M9,2 pada 26 Desember 2004
6.Gempa Gwadar Pakistan M7,7 pada 24 Desember 2013

Baca Juga: Gunung Api Marapi dan Kerinci di Sumatera Barat Erupsi Hari Ini

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bledug kuwu di GroboganBMKGBRINGempa Kepulauan Tanimbargempa kuatGempa Malukugunung lumpurlumpur Lapindo Sidoarjomud volcanopengangkatan dasar lautpulau baru

Editor

Next Post
Peneliti Geoteknologi BRIN, Eko Yulianto di dekat dasar laut yang terangkat di Simeulue akibat gempa 2004. Foto Twitter @YonKerbauRawa

Eko Yulianto, Siklus Pembentukan Pulau-pulau di Indonesia Belum Berhenti hingga Kiamat

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media