Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Catatan Kritis Kebijakan Wisata di Balik Tren Micro Tourism

Ketimbang menghidupkan pariwisata kapitalis, mari coba berpihak kepada masyarakat rentan melalui desa wisata yang dikelola masyarakat.

Jumat, 2 Januari 2026
A A
Wisatawan liburan Nataru 2025/2026 di Pantai Anyer, Banten. Foto Kementerian Pariwisata.

Wisatawan liburan Nataru 2025/2026 di Pantai Anyer, Banten. Foto Kementerian Pariwisata.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sasarannya adalah segmen pengusaha, pensiunan, hingga pekerja remote yang tidak terikat jam kantor,” jelas dia.

Yusuf juga melontarkan kritik keras terhadap wacana mengenai subsidi tiket pesawat. Ia menilai subsidi tiket hanya strategi pemasaran yang tidak menyelesaikan akar persoalan mahalnya biaya transportasi udara. Orang jadi berpikir dua kali untuk berwisata jauh itu karena harga tiket pesawat tinggi.

“Gagasan subsidi tiket hanyalah bahasa pemasaran. Lebih tepat jika ditempuh melalui prosedur penurunan pajak suku cadang pesawat dan maskapai bandara juga harga avtur,” tutur dia.

Baca juga: Tahun 2026, Tetaplah Bodoh

Lebih lanjut, Yusuf juga mengritisi ide work from mall (WFM) yang dinilai kurang tepat. Ketimbang bekerja dari pusat perbelanjaan besar, ia lebih mendorong konsep bekerja dari destinasi wisata (work from tourism destination).

“Ketimbang menghidupkan pariwisata kapitalis, mari coba berpihak kepada masyarakat rentan melalui desa wisata yang dikelola masyarakat,” ajak dia.

Yusuf menekankan pariwisata inklusif adalah kunci karena penyegaran pikiran atau healing merupakan hak seluruh lapisan masyarakat. Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang membangun ruang publik gratis hingga tingkat kecamatan. Namun, ia juga mengingatkan agar pengelolaanya dilakukan secara profesional dan tidak ala kadarnya.

“Pariwisata inklusif sejatinya harus mampu menarik minat masyarakat luas, termasuk dari luar daerah. Tentunya dengan memegang teguh prinsip pengelolaan yang baik dan aspek keselamatan bencana,” kata dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Health and Wellness TourismMicro TourismPeneliti Pariwisata UGMTren PariwisataWeekdays Tourism

Editor

Next Post
Ilustrasi gas karbon monoksida akibat kebakaran gedung. Foto Jenniferbeebeart/pixabay.com.

Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media