Kamis, 19 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cedera Akut dalam Pendakian Tak Sembarang Pijat dan Urut

Memijat atau pun mengurut pada bagian yang cedera bukan langkah tepat, justru cedera makin parah. Lalu apa yang mesti dilakukan?

Senin, 27 Maret 2023
A A
Ilustrasi memanjat dalam pendakian. Foto Simon/pixabay.com.

Ilustrasi memanjat dalam pendakian. Foto Simon/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Memanjat tebing adalah salah satu keahlian yang mesti dimiliki pendaki gunung. Selain juga menjadi cabang olah raga (cabor) tersendiri, yakni panjat tebing. Fokus latihannya pada kekuatan jari dan tangan. Persoalannya, berbagai metode yang ada untuk meningkatkan kekuatan justru dapat menyebabkan sindroma ataupun gejala yang biasanya tidak ditemui pada cabor lain.

Ada perbedaan pada karakteristik atlet panjat tebing dengan atlet lainnya. Terletak pada massa lemak yang rendah, massa otot yang cukup tinggi, terutama upper body dari pinggang ke atas. Mulai bahu, lengan atas, lengan bawah, pembesaran otot dari telapak tangan, hingga jari.

Tim medis dari Federasi Panjat Tebing Indonesia dan juga Medical Director pada IFSC Climbing World Cup, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (SpKO), Sophia Hage mengupasnya lewat materi “Mengenal dan Mengatasi Cidera dalam Panjat Tebing” dalam Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) pada 19 Maret 2023.

Baca Juga: Dokter Pendaki Serukan Kesadaran Publik Soal Keselamatan Pendakian

Macam-macam Subdisiplin Panjat Tebing
Cabor panjat tebing masuk dalam extreme sport dengan maksimal risiko cedera pada skala 28 persen secara fatality bergantung pada subdisiplinnya. Ada tiga subdisiplin dari cabor panjat tebing, yakni speed climbing, boulder climbing, dan lead climbing.

Speed climbing memiliki fatality hampir 0 persen. Subdisiplin ini berfokus pada kecepatan dalam memanjat papan setinggi 15 meter dengan kemiringan 95 derajat tanpa ada waktu yang ditentukan.

“Rekor tercepat masih dipegang Indonesia. Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo. Target mereka berdua di Olimpiade 2024 nanti adalah pecah di bawah 5 detik,” kata Sophia.

Baca Juga: Dua Gempa di Laut Banda Maluku Dirasakan Hingga Skala IV MMI

Sementara lead climbing hampir menyerupai rock climbing di alam bebas. Pelaksanaannya menggunakan alat pengaman, rute, dan pegangan yang dengan pengaturan sendiri.

Waktu untuk lead climbing selama 6 menit. Pemain yang dapat mencapai puncak tertinggi selama waktu 6 menit akan menjadi pemenangnya. Jika tidak ada yang mencapai puncak tertinggi, maka penentuannya berdasar poin-poin pada pijakan dan pegangan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cabang olahragacedera akutIndonesia Mountain Medicine Summitpanjat tebingpendaki gunung

Editor

Next Post
Ilustrasi ular berbisa. Foto winterseitler/pixabay.com.

Yang Dilakukan Ketika Digigit Ular di Alam Bebas

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media