Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cedera Akut dalam Pendakian Tak Sembarang Pijat dan Urut

Memijat atau pun mengurut pada bagian yang cedera bukan langkah tepat, justru cedera makin parah. Lalu apa yang mesti dilakukan?

Senin, 27 Maret 2023
A A
Ilustrasi memanjat dalam pendakian. Foto Simon/pixabay.com.

Ilustrasi memanjat dalam pendakian. Foto Simon/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Memanjat tebing adalah salah satu keahlian yang mesti dimiliki pendaki gunung. Selain juga menjadi cabang olah raga (cabor) tersendiri, yakni panjat tebing. Fokus latihannya pada kekuatan jari dan tangan. Persoalannya, berbagai metode yang ada untuk meningkatkan kekuatan justru dapat menyebabkan sindroma ataupun gejala yang biasanya tidak ditemui pada cabor lain.

Ada perbedaan pada karakteristik atlet panjat tebing dengan atlet lainnya. Terletak pada massa lemak yang rendah, massa otot yang cukup tinggi, terutama upper body dari pinggang ke atas. Mulai bahu, lengan atas, lengan bawah, pembesaran otot dari telapak tangan, hingga jari.

Tim medis dari Federasi Panjat Tebing Indonesia dan juga Medical Director pada IFSC Climbing World Cup, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (SpKO), Sophia Hage mengupasnya lewat materi “Mengenal dan Mengatasi Cidera dalam Panjat Tebing” dalam Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) pada 19 Maret 2023.

Baca Juga: Dokter Pendaki Serukan Kesadaran Publik Soal Keselamatan Pendakian

Macam-macam Subdisiplin Panjat Tebing
Cabor panjat tebing masuk dalam extreme sport dengan maksimal risiko cedera pada skala 28 persen secara fatality bergantung pada subdisiplinnya. Ada tiga subdisiplin dari cabor panjat tebing, yakni speed climbing, boulder climbing, dan lead climbing.

Speed climbing memiliki fatality hampir 0 persen. Subdisiplin ini berfokus pada kecepatan dalam memanjat papan setinggi 15 meter dengan kemiringan 95 derajat tanpa ada waktu yang ditentukan.

“Rekor tercepat masih dipegang Indonesia. Kiromal Katibin dan Veddriq Leonardo. Target mereka berdua di Olimpiade 2024 nanti adalah pecah di bawah 5 detik,” kata Sophia.

Baca Juga: Dua Gempa di Laut Banda Maluku Dirasakan Hingga Skala IV MMI

Sementara lead climbing hampir menyerupai rock climbing di alam bebas. Pelaksanaannya menggunakan alat pengaman, rute, dan pegangan yang dengan pengaturan sendiri.

Waktu untuk lead climbing selama 6 menit. Pemain yang dapat mencapai puncak tertinggi selama waktu 6 menit akan menjadi pemenangnya. Jika tidak ada yang mencapai puncak tertinggi, maka penentuannya berdasar poin-poin pada pijakan dan pegangan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cabang olahragacedera akutIndonesia Mountain Medicine Summitpanjat tebingpendaki gunung

Editor

Next Post
Ilustrasi ular berbisa. Foto winterseitler/pixabay.com.

Yang Dilakukan Ketika Digigit Ular di Alam Bebas

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media