“Sementara program vaksinasi belum menyasar anak usia 1-5 tahun,” imbuh Syahril.
Berdasarkan data laporan kasus AKI yang diterima Kemenkes per 18 Oktober 2022 sebanyak 206 kasus dari 20 provinsi (dalam rilis Kemenkes sebelumnya disebut 189 kasus laporan per 18 Oktober 2022). Dari jumlah tersebut, angka kematian sebanyak 99 anak.
Jumlah pasien anak yang meninggal akibat AKI yang dirawat Rumah Sakit Cipto Mangkunkusumo (RSCM) Jakarta sebanyak 65 persen. Sementara jumlah kasus kematian per 19 Oktober 2022 di Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito Yogyakarta bertambah satu kasus sehingga total menjadi enam kasus dari 13 pasien.
Baca Juga: La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan
“Peningkatan tajam kasus, terutama di bawah usia 5 tahun. Ini berbeda dengan sebelumnya. Penyebabnya masih dalam penelusuran dan penelitian,” kata Syahril.
Syahril juga meminta orang tua yang memiliki anak balita untuk waspada. Anak balita dengan gejala penurunan jumlah air seni dan frekuensi buang air kecil dengan atau tanpa demam, diare, batuk pilek, mual dan muntah segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. Keluarga pasien diminta membawa atau menginformasikan obat yang dikonsumsi sebelumnya, serta menyampaikan riwayat penggunaan obat kepada tenaga kesehatan.
“Langkah awal untuk menurunkan fatalitas AKI, Kemenkes melalui RSCM telah membeli antidotum yang didatangkan langsung dari luar negeri,” kata Syahril. [WLC02]
Sumber: Kementerian Kesehatan RI
Discussion about this post