Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cegah Keresahan, DPR Minta Diseminasi Informasi Cuaca Ekstrem Satu Pintu

Rabu, 28 Desember 2022
A A
Ilustrasi dampak cuaca ekstrem. Foto ilustrasi qimono pixabay.com.

Ilustrasi dampak cuaca ekstrem. Foto ilustrasi qimono pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggota Komisi V DPR, Suryadi Jaya Purnama menegaskan pemerintah perlu memberlakukan satu pintu bagi diseminasi informasi yang terukur tentang cuaca ekstrem, yaitu melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Aturan tersebut berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

“Jangan sampai karena perbedaan informasi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegas Anggota DPR dari Dapil NTB 1 yang akrab disapa SJP.

Penegasan tersebut menanggapi pernyataan Peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin pada 27 Desember 2022, bahwa pada 28 Desember 2022 ada potensi banjir besar di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi), khususnya Tangerang atau Banten pada 28 Desember 2022.

Baca Juga: Laut Banda Kembali Diguncang Gempa

Ia juga menyebutkan potensi hujan ekstrem hingga badai. Pernyataan tersebut berdasarkan analisis data dari Satelit Early Warning System (Sadewa).

Sementara data berbeda disampaikan BMKG. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, apabila merujuk dari berbagai parameter fenomena alam tersebut memiliki peluang yang cukup kecil untuk terjadi. BMKG memprakirakan wilayah Jabodetabek masih kategori aman pada tanggal tersebut.

“Karena berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, umumnya pada 28 Desember 2022 adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun bukan badai,” terang Guswanto.

Baca Juga: Rossanto Handoyo: Bea Cukai Plastik Bukan Dongkrak APBN, Tapi Mencegah Bahayanya

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab juga meminta semua pihak berhati-hati dalam penggunaan istilah karena hujan ekstrem dan badai itu berbeda. Masyarakat hendaknya memiliki pandangan yang sama soal terminologi tersebut.

“Badai menurut terminologi meteorologi adalah bagian hujan lebat dan angin kencang yang biasanya terkait dengan siklon tropis atau angin kencang yang menyertai cuaca buruk berkecepatan sekitar 64-72 knot,” papar Fachri.

Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan sangat lebat itu masih berpotensi terjadi hingga awal Januari 2023. Atas prakiraan cuaca tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus memperbaharui informasi melalui kanal-kanal resmi BMKG.

Baca Juga: 2023, Epidemiolog Harapkan PPKM Dicabut, Presiden Tunggu Kajian

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badaiBMKGBRINCuaca Ekstremdiseminasi informasifenomena alamKomisi V DPRprakiraan cuaca BMKGsatu pintuwilayah Jabodetabek

Editor

Next Post
Bencana hidrometeorologi jelang tutup tahun 2022, berpotensi terjadi di sebagian tujuh provinsi periode tanggal 28 hingga 30 Desember 2022, dampak cuaca ekstrem. Foto ilustrasi Kammy27 pixabay.com.

Waspada Bencana Hidrometeorologi di 7 Provinsi Ini Jelang Akhir Tahun

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.comLonjakan Ombak Bono di Pesisir Timur Riau Bisa Capai Kiloan Meter ke Daratan
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
  • Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.Krisis Konservasi Satwa, Hukum Ditegakkan Usai Gajah dan Harimau Mati
    In News
    Rabu, 3 Juni 2026
  • Titik-titik bekas kemunculan api di rumah warga di Seyegan, Kabupaten Sleman, 30 Mei 2026. Foto Dok. Fakultas Teknik UGM.Titik-titik Api Muncul di Rumah Warga Bekas Rawa yang Mengandung Metana
    In News
    Selasa, 2 Juni 2026
  • Konservasi Mangrove di Pesisir Semarang. Foto mangrovetag.com.Mangrove Atasi Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut di Pantura Jawa
    In Lingkungan
    Selasa, 2 Juni 2026
  • Pumma, alat deteksi tsunami dari BRIN. Foto Dok. BRIN.Pumma, Alat Deteksi Tsunami dan Rob Murah dan Realtime
    In IPTEK
    Senin, 1 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media