Rabu, 10 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Aktif di Jawa Belum Banyak Terpetakan

Pulau Jawa memiliki sistem sumber gempa yang kompleks. Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa, terdapat pula berbagai sesar aktif di daratan yang berpotensi memicu gempa merusak.

Selasa, 9 Juni 2026
A A
Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.

Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Danny Hilman Natawidjaja mengungkapkan masih banyak ketidakpastian terkait sumber-sumber gempa di Pulau Jawa yang perlu diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan akurasi penilaian bahaya dan risiko bencana. Padahal perlu pemahamanan soal keberadaan sumber-sumber gempa dan karakteristik sesarnya untuk upaya pengurangan risiko bencana gempa bumi.

“Pengetahuan kita mengenai sesar aktif di Jawa masih menyimpan banyak ketidakpastian. Ada sejumlah sesar yang sudah diketahui, tetapi karakteristik pentingnya seperti laju pergeseran, segmentasi, hingga magnitudo maksimum masih belum sepenuhnya dipahami,” ujar Danny dalam workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience yang diselenggarakan Geoscience Australia bersama sejumlah lembaga Pemerintah Indonesia di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.

Dalam paparannya yang bertajuk Tectonic Deformation in the Java Trench Region, Danny menjelaskan bahwa Pulau Jawa memiliki sistem sumber gempa yang kompleks. Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa, terdapat pula berbagai sesar aktif di daratan yang berpotensi memicu gempa merusak.

Salah satu struktur geologi yang menjadi perhatian adalah Java Back-Arc Thrust, sesar naik besar yang membentang dari wilayah Jakarta hingga Surabaya. Keberadaan sesar ini berkontribusi terhadap tingkat bahaya gempa di bagian utara Jawa yang selama ini kerap dianggap relatif lebih aman dibanding wilayah selatan yang dipengaruhi zona subduksi.

Peta bahaya gempa yang digunakan saat ini merupakan hasil interpretasi dari berbagai data geologi dan kegempaan yang terus berkembang. Peta sesar aktif dan peta bahaya gempa tidak bersifat statis, melainkan terus diperbarui seiring munculnya temuan-temuan baru dari hasil penelitian.

Tim BRIN, misalnya, baru-baru ini melakukan pemetaan rinci di kawasan sekitar Gunung Ciremai yang menghasilkan informasi baru mengenai keberadaan sesar aktif serta perubahan segmentasi pada beberapa struktur patahan yang telah diketahui sebelumnya. Temuan tersebut berpotensi memengaruhi estimasi bahaya gempa pada skala lokal.

“Setiap bukti geologi baru dapat mengubah pemahaman kita mengenai sumber gempa. Dampaknya mungkin tidak terlalu besar pada skala regional, tetapi dapat signifikan bagi penilaian bahaya di tingkat lokal,” jelas dia.

Lebih lanjut, Danny menekankan ancaman gempa bumi tidak hanya berupa guncangan tanah. Sesar aktif juga dapat memicu berbagai bahaya turunan seperti rekahan permukaan, longsor, likuefaksi, hingga tsunami lokal.

Aspek rekahan permukaan sering kali kurang mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan. Padahal, infrastruktur penting seperti jalan tol, jalur kereta api, bendungan, pipa energi, hingga fasilitas publik lainnya berisiko mengalami kerusakan serius apabila dibangun tepat di atas jalur sesar aktif.

“Bangunan dapat dirancang agar lebih tahan terhadap guncangan gempa, tetapi sangat sulit merancang struktur yang mampu bertahan terhadap pergeseran permukaan tanah hingga beberapa meter akibat pergerakan sesar,” kata dia.

Sejumlah negara seperti Jepang, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Taiwan telah menerapkan kebijakan pembatasan pembangunan pada zona sesar aktif. Sementara di Indonesia, penerapan kebijakan serupa masih menghadapi tantangan karena keterbatasan data detail mengenai lokasi dan karakteristik sesar aktif.

Dalam kesempatan tersebut, Danny juga menyoroti pentingnya integrasi antara data bahaya, paparan, dan kerentanan dalam kajian risiko bencana. Peningkatan kualitas data paparan dan kerentanan tidak akan menghasilkan penilaian risiko yang optimal apabila informasi mengenai sumber bahaya masih memiliki ketidakpastian tinggi.

“Risiko merupakan fungsi dari bahaya, paparan, dan kerentanan. Peningkatan kualitas data bahaya, termasuk pemetaan sesar aktif dan pemahaman siklus gempa serta tsunami, menjadi fondasi penting untuk menghasilkan penilaian risiko yang lebih akurat,” papar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa MegathrustJurusan Teknik Geologi UGMPulau JawaPusat Riset Kebencanaan Geologi BRINsesar aktif

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Aktif di Jawa Belum Banyak Terpetakan
    In Rehat
    Selasa, 9 Juni 2026
  • Ilustrasi pilah sampah plastik. Foto Dok. KLH/BPLH.Pilah Sampah Kunci Pengelolaan Sampah Dua Tahun 100 Persen
    In News
    Selasa, 9 Juni 2026
  • Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi M7,8, 8 Juni 2026. Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara.Susulan Gempa Davao hingga Magnitudo 6,7, Puluhan Bangunan di Sulawesi Utara Rusak
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Kenaikan air laut di Pantai General Santos di Cotabato Selatan, Filipina pascagempa Davao M7,8, Senin, 8 Juni 2026. Foto Dok. @daryono_eq-talk/X.Gempa Davao M7,8, Muka Air Laut Naik Terpantau di Mindanao hingga Kaltim
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media