Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Cuaca Ekstrem hingga 11 Februari 2025 Sebanyak 85 Orang Tewas

Selasa, 11 Februari 2025
A A
Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bencana alam di Indonesia dipicu dampak perubahan iklim menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem yang menewaskan 85 orang dan lebih dari satu juta penduduk terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, dalam dua terakhir (tanggal 9 hingga 10 Februari 2025) dampak cuaca ekstrem berupa hujan mengakibatkan banjir dan longsor, serta angin kencang, yang terjadi di sejumlah wilayah.

Cuaca ekstrem angin kencang melanda Kecamatan Lembang dan Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan, 23 jiwa terdampak,” kata Muhari pada Selasa, 11 Februari 2025.

Baca Juga: Perubahan Iklim, Cuaca Ekstrem Makin Sering Dirasakan

Selain Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, BNPB mendata kejadian bencana alam dampak cuaca ekstrem, hujan dan angin kencang pada Minggu, 9 Februari 2025, melanda Kabupaten Lombok Tengah, Proivinsi Nusa Tenggara Barat.

“Enam Kecamatan terdampak, Praya Tengah, Pujut, Praya Barat, Praya Timur, Praya Barat Daya, dan Kecamatan Janapria. Sebanyak 46 kepala keluarga terdampak, sementara kerugian materil tercatat 45 rumah rusak ringan dan satu unit rumah rusak sedang,” jelas Muhari.

Untuk wilayah Jawa Tengah dampak cuaca ekstrem (angin kencang) yang terjadi pada Minggu kemarin, terdata 160 penduduk di Kabupaten Sragen, terdampak.

Baca Juga: Konsesi Tambang untuk Kampus, Mengapa Harus Ditolak?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: angin kencangBanjir dan LongsorBencana HidrometeorologiCuaca Ekstremperubahan iklim

Editor

Next Post
Ilustrasi potensi hutan menurun akibat deforestasi. Foto MolnarSzabolcsErdely/pixabay.com.

Pencabutan 18 PBPH Diduga Akibat Potensi Hutan Jauh Menurun

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media