Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Cuaca Ekstrem hingga 11 Februari 2025 Sebanyak 85 Orang Tewas

Selasa, 11 Februari 2025
A A
Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bencana alam di Indonesia dipicu dampak perubahan iklim menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem yang menewaskan 85 orang dan lebih dari satu juta penduduk terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebutkan, dalam dua terakhir (tanggal 9 hingga 10 Februari 2025) dampak cuaca ekstrem berupa hujan mengakibatkan banjir dan longsor, serta angin kencang, yang terjadi di sejumlah wilayah.

Cuaca ekstrem angin kencang melanda Kecamatan Lembang dan Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

“Mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan, 23 jiwa terdampak,” kata Muhari pada Selasa, 11 Februari 2025.

Baca Juga: Perubahan Iklim, Cuaca Ekstrem Makin Sering Dirasakan

Selain Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, BNPB mendata kejadian bencana alam dampak cuaca ekstrem, hujan dan angin kencang pada Minggu, 9 Februari 2025, melanda Kabupaten Lombok Tengah, Proivinsi Nusa Tenggara Barat.

“Enam Kecamatan terdampak, Praya Tengah, Pujut, Praya Barat, Praya Timur, Praya Barat Daya, dan Kecamatan Janapria. Sebanyak 46 kepala keluarga terdampak, sementara kerugian materil tercatat 45 rumah rusak ringan dan satu unit rumah rusak sedang,” jelas Muhari.

Untuk wilayah Jawa Tengah dampak cuaca ekstrem (angin kencang) yang terjadi pada Minggu kemarin, terdata 160 penduduk di Kabupaten Sragen, terdampak.

Baca Juga: Konsesi Tambang untuk Kampus, Mengapa Harus Ditolak?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: angin kencangBanjir dan LongsorBencana HidrometeorologiCuaca Ekstremperubahan iklim

Editor

Next Post
Ilustrasi potensi hutan menurun akibat deforestasi. Foto MolnarSzabolcsErdely/pixabay.com.

Pencabutan 18 PBPH Diduga Akibat Potensi Hutan Jauh Menurun

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media