Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Cuaca Ekstrem hingga 11 Februari 2025 Sebanyak 85 Orang Tewas

Selasa, 11 Februari 2025
A A
Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sedikitnya 53 unit rumah rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, dan satu fasilitas ibadah di Kecamatan Kedawung dan Sambirejo terdampak,” ungkap Muhari.

Kejadian serupa melanda wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dampak angin kencang bersama hujan menyebabkan beberapa pohon tumbang dan rumah rusak. Wilayah terdampak, Kecamatan Cimanggu, Dayeuhluhur, Majenang, dan Wanareja.

Sementara pada periode Senin, 10 Februari 2025, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dilanda banjir akibathujan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya air sungai itu.

Baca Juga: Perlu Penilaian Kerugian Lingkungan yang Inovatif untuk Pemulihan Ekosistem

Muhari mengatakan, banjir melanda Desa Perampuan dan Desa Kuranji di Kecamatan Labuapi. Dampaknya, 150 kepala keluarga dan 150 unit rumah warga terendam.

Melansir data bencana laman gis.bnpb, dampak bencana alam di Indonesia sejak 1 Januari hingga 11 Februari 2025 menyebabkan 85 orang meninggal dunia, 11 warga dinyatakan hilang, 94 orang luka-luka, dan 1.435.976 penduduk menderita dan mengungsi.

BNPB pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaaan dan bersiaga menghadapi potensi bencana. [WLC01]

Sumber: BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: angin kencangBanjir dan LongsorBencana HidrometeorologiCuaca Ekstremperubahan iklim

Editor

Next Post
Ilustrasi potensi hutan menurun akibat deforestasi. Foto MolnarSzabolcsErdely/pixabay.com.

Pencabutan 18 PBPH Diduga Akibat Potensi Hutan Jauh Menurun

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media