Minggu, 11 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dampak Pembukaan Jalur Tambang di Desa Wadas, Pemukiman Warga Dilanda Banjir

Pembukaan jalur tambang andesit di Desa Wadas menimbulkan banjir yang membawa metarial lumpur dan batu menerjang pemukiman warga.

Sabtu, 25 Maret 2023
A A
Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Dampak pembukaan jalur tambang di Desa Wadas, pemukiman warga dilanda banjir. Foto Ist.

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk menghindari korban dampak banjir, warga Dusun Karang mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman hingga hujan reda.

“Jelang magrib tadi hujan sudah reda,” kata Siswanto.

Menolak Tambang

Gerakan masyarakat peduli alam Desa Wadas (Gempadewa) sejak awal menentang penambangan batu andesit di Desa Wadas. Upaya penolakan tambang hingga kini masih terus diperjuangkan warga.

Pada 6 Januari 2023, perempuan Desa Wadas menggelar aksi Wadon Wadas Mangku Bumi Pertiwi (Perempuan Wadas Menyelamatkan Bumi Pertiwi). Aksi ini salah satu bentuk perjuangan mereka menolak penambangan andesit di Desa Wadas.

Baca Juga: MoU KLHK dan MA Lindungi LHK dengan Menambah Hakim Lingkungan

Dalam tradisi masyarakat Jawa, seorang ibu selalu mangku atau menjaga anaknya. Ini pula yang dilakukan Wadon Wadas, mereka mangku atau menjaga Bumi Pertiwi di Wadas karena selama ini alam Wadas yang kaya telah memberikan kehidupan bagi warga Wadas.

Di aksi tersebut, dilakukan pelilitan setagen berumur 90 tahun pada pohon-pohon besar. Ini merupakan simbol bahwa pohon-pohon itu tidak akan diserahkan untuk kepentingan tambang batu andesit. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aktivis lingkunganbanjirBencana HidrometeorologiDesa WadasGempadewaKabupaten Purworejopenambangan batu andesit Desa Wadasprakiraan berbasis dampak hujan lebatProvinsi Jawa Tengah

Editor

Next Post
Ilustrasi kekeringan. Foto MrsBrown/pixabay.com.

Siapkan Mitigasi, Indonesia Diprediksi Alami Hawa Panas dan Curah Hujan Tinggi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media