Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Selasa, 3 Februari 2026
A A
Suasana Keraton Yogyakarta yang ada di dalam kawasan Jeron Beteng, Kota Yogyakarta. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Suasana Keraton Yogyakarta yang ada di dalam kawasan Jeron Beteng, Kota Yogyakarta. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kawasan Jeron Beteng (kawasan di dalam beteng keraton) yang berada di lingkungan Keraton Yogyakarta menjadi proyek percontohan gerakan Kawasan Rendah Emisi (KRE) di Kota Yogyakarta. Pencanangan yang dilakukan Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM itu untuk mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan kualitas udara, dan menata sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

“Ini upaya mendukung target iklim nasional sekaligus melindungi kawasan warisan dunia,” kata Ketua Pustral UGM, Prof. Bakti Setiawan yang membacakan deklarasi pencanangan gerakan KRE, Ahad, 1 Februari 2026.

Melalui slogan “Nyawiji tanpa emisi, Tradisi luwih Lestari”, Mantan Ketua Pustral UGM, Prof. Ikaputra Ikaputra menegaskan emisi merupakan salah satu penyebab terbesar munculnya perubahan iklim (climate change). Kawasan perkotaan, khususnya cagar budaya seperti Jeron Beteng, memiliki peran strategis untuk berkontribusi mengurangi emisi karbon, terutama aktivitas transportasi.

Baca juga: Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

“Perubahan iklim adalah masalah nyata di dunia, salah satu penyebab utamanya berasal dari emisi sektor transportasi. Sebagai kawasan warisan dunia Unesco, Yogyakarta juga didorong untuk ikut mengurangi emisi dan menjadi contoh upaya penanganan perubahan iklim,” papar Ikaputra.

Pemilihan Jeron Beteng sebagai lokasi awal inisiasi gerakan KRE karena sebagai cagar budaya, Jeron Beteng memiliki daya tarik dan mudah dikenali publik. Setelah inisiasi ini dapat berjalan dengan lancar, penerapan prinsip KRE diharapkan dapat menyebar ke arah luar beteng.

Cagar budaya menjadi branding karena orang-orang akan datang ke Jeron Beteng. Contoh penerapannya dapat diperluas, seperti dari Keraton ke Pasar Ngasem, ke pinggiran benteng, bahkan ke luar kawasan cagar budaya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Jeron BetengKawasan Rendah EmisiKota YogyakartaPustral UGM

Editor

Next Post
Dampak pertambangan nikel di Pulau Obi, Maluku Utara. Foto Walhi.

Dampak Tambang Nikel di Pulau Obi, Air Jadi Cokelat dan Nelayan Menjaring Lumpur

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media