Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Senin, 2 Februari 2026
A A
Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena yang disebut “awan kontainer” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini kerap dikaitkan dengan kondisi cuaca ekstrem serta hujan yang memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gatal-gatal pada kulit, mata perih, hingga munculnya busa pada air hujan yang ditampung warga.

Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan menjelaskan, istilah “awan kontainer” tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Bahkan merupakan kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.

Berdasarkan klaim dan narasi yang beredar di media sosial, ia menilai ada kekeliruan dalam memahami proses terbentuknya hujan, khususnya pada tahap awal presipitasi. Terutama pada tahap pengintian atau pembentukan inti kondensasi.

Baca juga: Kawasan Cincin Api Indonesia Jadi Habitat Mikroalga untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Sonni menjelaskan hujan yang menyebabkan keluhan, seperti gatal-gatal pada kulit, mata perih, maupun terbentuknya busa pada air hujan yang ditampung, bukan disebabkan jenis awan tertentu.

“Melainkan berkaitan dengan fenomena hujan asam,” kata Sonni.

Hujan asam terjadi akibat gas-gas polutan di udara yang berperan sebagai inti kondensasi, kemudian larut dalam air hujan. Apalagi di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi, potensi terjadinya hujan asam memang lebih besar.

Tak ada istilah “awan kontainer”

Terkait penggunaan istilah “awan kontainer” oleh sejumlah pembuat konten, Sonni menilai istilah tersebut lebih merupakan sudut pandang subjektif dan tidak memiliki dasar ilmiah. Mengingat hingga kini, tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Awan KontainerDepartemen Geofisika dan Meteorologi IPB UniversityProses Pembentukan Hujan

Editor

Next Post
Suasana Keraton Yogyakarta yang ada di dalam kawasan Jeron Beteng, Kota Yogyakarta. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media