Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Senin, 2 Februari 2026
A A
Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena yang disebut “awan kontainer” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini kerap dikaitkan dengan kondisi cuaca ekstrem serta hujan yang memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gatal-gatal pada kulit, mata perih, hingga munculnya busa pada air hujan yang ditampung warga.

Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan menjelaskan, istilah “awan kontainer” tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Bahkan merupakan kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.

Berdasarkan klaim dan narasi yang beredar di media sosial, ia menilai ada kekeliruan dalam memahami proses terbentuknya hujan, khususnya pada tahap awal presipitasi. Terutama pada tahap pengintian atau pembentukan inti kondensasi.

Baca juga: Kawasan Cincin Api Indonesia Jadi Habitat Mikroalga untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Sonni menjelaskan hujan yang menyebabkan keluhan, seperti gatal-gatal pada kulit, mata perih, maupun terbentuknya busa pada air hujan yang ditampung, bukan disebabkan jenis awan tertentu.

“Melainkan berkaitan dengan fenomena hujan asam,” kata Sonni.

Hujan asam terjadi akibat gas-gas polutan di udara yang berperan sebagai inti kondensasi, kemudian larut dalam air hujan. Apalagi di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi, potensi terjadinya hujan asam memang lebih besar.

Tak ada istilah “awan kontainer”

Terkait penggunaan istilah “awan kontainer” oleh sejumlah pembuat konten, Sonni menilai istilah tersebut lebih merupakan sudut pandang subjektif dan tidak memiliki dasar ilmiah. Mengingat hingga kini, tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Awan KontainerDepartemen Geofisika dan Meteorologi IPB UniversityProses Pembentukan Hujan

Editor

Next Post
Suasana Keraton Yogyakarta yang ada di dalam kawasan Jeron Beteng, Kota Yogyakarta. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media