Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Senin, 2 Februari 2026
A A
Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena yang disebut “awan kontainer” belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Istilah ini kerap dikaitkan dengan kondisi cuaca ekstrem serta hujan yang memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari gatal-gatal pada kulit, mata perih, hingga munculnya busa pada air hujan yang ditampung warga.

Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan menjelaskan, istilah “awan kontainer” tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Bahkan merupakan kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.

Berdasarkan klaim dan narasi yang beredar di media sosial, ia menilai ada kekeliruan dalam memahami proses terbentuknya hujan, khususnya pada tahap awal presipitasi. Terutama pada tahap pengintian atau pembentukan inti kondensasi.

Baca juga: Kawasan Cincin Api Indonesia Jadi Habitat Mikroalga untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Sonni menjelaskan hujan yang menyebabkan keluhan, seperti gatal-gatal pada kulit, mata perih, maupun terbentuknya busa pada air hujan yang ditampung, bukan disebabkan jenis awan tertentu.

“Melainkan berkaitan dengan fenomena hujan asam,” kata Sonni.

Hujan asam terjadi akibat gas-gas polutan di udara yang berperan sebagai inti kondensasi, kemudian larut dalam air hujan. Apalagi di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi, potensi terjadinya hujan asam memang lebih besar.

Tak ada istilah “awan kontainer”

Terkait penggunaan istilah “awan kontainer” oleh sejumlah pembuat konten, Sonni menilai istilah tersebut lebih merupakan sudut pandang subjektif dan tidak memiliki dasar ilmiah. Mengingat hingga kini, tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Awan KontainerDepartemen Geofisika dan Meteorologi IPB UniversityProses Pembentukan Hujan

Editor

Next Post
Suasana Keraton Yogyakarta yang ada di dalam kawasan Jeron Beteng, Kota Yogyakarta. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media