Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Delapan Tahun Mengorbit, Misi Satelit LAPAN-A2 untuk Komunikasi Bencana

Kamis, 28 September 2023
A A
Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain untuk mitigasi bencana, satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI juga dapat melakukan pemantauan area maritim Indonesia. Melalui Automatic Identification System (AIS) satelit LAPAN-A2 dapat memantau pergerakan kapal laut di sekitar garis khatulistiwa. Hingga saat ini telah terkumpul 354 juta data pemantauan pergerakan kapal laut.

Baca Juga: Aktivitas Harian yang Dapat Lindungi Lapisan Ozon dari Kerusakan

Satelit LAPAN-A2 mengorbit di ketinggian 630 kilometer di atas permukaan Bumi. Dengan orbit ekuatorial, satelit LAPAN-A2 dapat melintasi wilayah Indonesia sebanyak 14 kali sehari. Hal ini memungkinkan operator untuk lebih sering memantau kondisi satelit dan menjalankan misi.

Satelit LAPAN-A2 adalah satelit pertama yang 100 persen diproduksi di Indonesia oleh anak bangsa. Rancang bangun satelit ini dilakukan di Pusat Riset Teknologi Satelit, Bogor. Berbeda dengan pendahulunya, satelit LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat diproduksi di Berlin, Jerman.

Penguasaan teknologi yang dimiliki oleh Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN telah memadai untuk pengembangan dan pengoperasian satelit pengamat bumi kelas 150 kilogram, dan satelit komunikasi low-datarate. Hal ini menunjukkan bahwa Pusat Riset Teknologi Satelit siap mengembangkan dan mengoperasikan satelit penginderaan jauh operasional, dan satelit komunikasi konstelasi orbit rendah.

Baca Juga: Pemerintah Permudah Izin Lingkungan Pendirian SPKLU

Saat ini, Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN sedang berfokus untuk menyelesaikan satelit generasi keempat. Satelit ini membawa misi utama yang sama dengan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB, yakni citra multispektral resolusi menengah, tetapi dengan lebar citra 2x lipat atau 200 kilometer.

Selain misi penginderaan jauh, satelit ini juga memiliki misi pemantauan kapal laut serta misi pengukuran medan magnet bumi dengan kemampuan penerima data yang lebih baik. Selain mengemban misi dari BRIN, satelit generasi keempat ini juga akan membawa kamera inframerah milik Hokaido University, Jepang dan misi telekomunikasi low-datarate dari perusahaan startup Indonesia, PT Netra. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ORARIPusat Riset Teknologi Satelit BRINSatelit LAPAN-A2Satelit LAPAN-A3

Editor

Next Post
Wakil Ketua 1 Asosiasi Biogas Indonesia Sakti Azhar Siregar. Foto itb.ac.id.

Sakti Azhar Siregar: Proyek Biogas dari Limbah Cair Jadi Sumber Energi Terbarukan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media