Rabu, 1 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Delapan Tahun Mengorbit, Misi Satelit LAPAN-A2 untuk Komunikasi Bencana

Kamis, 28 September 2023
A A
Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Satelit LAPAN-A2/ORARI. Foto lapan.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain untuk mitigasi bencana, satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI juga dapat melakukan pemantauan area maritim Indonesia. Melalui Automatic Identification System (AIS) satelit LAPAN-A2 dapat memantau pergerakan kapal laut di sekitar garis khatulistiwa. Hingga saat ini telah terkumpul 354 juta data pemantauan pergerakan kapal laut.

Baca Juga: Aktivitas Harian yang Dapat Lindungi Lapisan Ozon dari Kerusakan

Satelit LAPAN-A2 mengorbit di ketinggian 630 kilometer di atas permukaan Bumi. Dengan orbit ekuatorial, satelit LAPAN-A2 dapat melintasi wilayah Indonesia sebanyak 14 kali sehari. Hal ini memungkinkan operator untuk lebih sering memantau kondisi satelit dan menjalankan misi.

Satelit LAPAN-A2 adalah satelit pertama yang 100 persen diproduksi di Indonesia oleh anak bangsa. Rancang bangun satelit ini dilakukan di Pusat Riset Teknologi Satelit, Bogor. Berbeda dengan pendahulunya, satelit LAPAN-A1/LAPAN-Tubsat diproduksi di Berlin, Jerman.

Penguasaan teknologi yang dimiliki oleh Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN telah memadai untuk pengembangan dan pengoperasian satelit pengamat bumi kelas 150 kilogram, dan satelit komunikasi low-datarate. Hal ini menunjukkan bahwa Pusat Riset Teknologi Satelit siap mengembangkan dan mengoperasikan satelit penginderaan jauh operasional, dan satelit komunikasi konstelasi orbit rendah.

Baca Juga: Pemerintah Permudah Izin Lingkungan Pendirian SPKLU

Saat ini, Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN sedang berfokus untuk menyelesaikan satelit generasi keempat. Satelit ini membawa misi utama yang sama dengan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB, yakni citra multispektral resolusi menengah, tetapi dengan lebar citra 2x lipat atau 200 kilometer.

Selain misi penginderaan jauh, satelit ini juga memiliki misi pemantauan kapal laut serta misi pengukuran medan magnet bumi dengan kemampuan penerima data yang lebih baik. Selain mengemban misi dari BRIN, satelit generasi keempat ini juga akan membawa kamera inframerah milik Hokaido University, Jepang dan misi telekomunikasi low-datarate dari perusahaan startup Indonesia, PT Netra. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ORARIPusat Riset Teknologi Satelit BRINSatelit LAPAN-A2Satelit LAPAN-A3

Editor

Next Post
Wakil Ketua 1 Asosiasi Biogas Indonesia Sakti Azhar Siregar. Foto itb.ac.id.

Sakti Azhar Siregar: Proyek Biogas dari Limbah Cair Jadi Sumber Energi Terbarukan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media