Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Demi Kembali ke Hutan, Lanustika Menempuh 15 Jam Perjalanan

Harimau sumatra yang ditangkap pada 8 September 2021 akibat konflik dengan manusia, akhirnya dikembalikan ke hutan pada 26 Maret 2022.

Rabu, 30 Maret 2022
A A
Pelepasliaran harimau sumatra, Lanustika. Foto menlhk.go.id.

Pelepasliaran harimau sumatra, Lanustika. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Akhirnya tim berhasil menangkap harimau sumatra itu pada tanggal 8 September 2021 pukul 18.30 WIB,” imbuh Fifin.

Baca Juga: Lailan Syaufina: Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun Tajam, Diduga Akibat Covid-19

Usai penangkapan, harimau sumatra yang kemudian diberi nama Lanustika itu dibawa untuk diobservasi dan dilakukan pengobatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya. Saat itu, berat badannya hanya 85,2 kilogram dengan panjang 145 centimeter.

Pada 13 September 2021, Lanustika dinyatakan sehat dan sembuh dengan Body Condition Score, ideal. Serta dinyatakan layak untuk dilepasliarkan. Pelepasliaran Lanustika mengacu pada Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020 tentang petunjuk teknis pelepasliaran satwa liar di masa pandemi Covid-19.

Proses pelepasliaran Lanustika. Foto menlhk.go.id.
Proses pelepasliaran Lanustika. Foto menlhk.go.id.

“Dengan pelepasliaran ini mudah-mudahan harimau sumatra yang merupakan satwa dilindungi dan secara red list IUCN masuk dalam critically endangered dapat berkembang dengan baik,” harap Fifin yang bersama Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan pemantauan di lapangan paska pelepasliaran. [WLC02]

Sumber: menlhk.go.id, 29 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Riauharimau sumateraLanustikaPelepasliaransatwa liar yang dilindungi

Editor

Next Post
Letusan Gunung Ibu pada Rabu, 30 Maret 2022, memuntahkan abu vulkanis setinggi 1 kilometer. Foto magma.esdm.go.id.

Letusan Gunung Ibu Setinggi 1 Kilometer, Ini Erupsi ke Delapan Bulan Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media