Selasa, 2 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Demi Palestina, Jatam Desak Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Geothermal Afiliasi Israel di Halmahera

Kamis, 19 Februari 2026
A A
PETA WKP Telaga Rano-Halmahera Barat, Maluku Utara. Foto Jatam.

PETA WKP Telaga Rano-Halmahera Barat, Maluku Utara. Foto Jatam.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Tantangan Teknologi Ekstraksi Logam Tanah Jarang di Indonesia

Masyarakat Adat Wayoli juga telah menentang ekspansi geothermal ini dengan melakukan protes terbuka yang berulang di depan Kantor Bupati Halmahera Barat.

Ekspansi industri ekstraktif ini akan menghancurkan pengetahuan tradisional, menekan psikologis warga, dan merampas masa depan generasi muda yang tidak lagi bisa mewarisi kehidupan yang aman dan berkelanjutan. Tanah dan hutan mereka diperlakukan semata-mata sebagai aset ekonomi, padahal itu adalah inti dari identitas sosial, budaya, dan spiritual.

Kehilangan kendali atas ruang hidup menjerumuskan warga ke jurang ketidakadilan, konflik, kemiskinan, dan degradasi ekologi, sementara pemilik modal menikmati semua keuntungan tanpa menanggung satu pun akibat dari kehancuran yang mereka ciptakan.

Proyek panas bumi yang diklaim “ramah lingkungan” oleh pemerintah sesungguhnya berpotensi merusak lanskap secara permanen, mengurangi keanekaragaman hayati, dan mengacaukan aliran air yang menopang kehidupan warga sekitarnya.

Energi terbarukan tidak otomatis adil, investasi hijau tidak otomatis bebas dari eksploitasi. Logika kapitalisme ekstraktif menempatkan warga dan alam sebagai pihak yang menanggung daya rusak yang dihasilkan oleh industri ekstraktif. Sementara itu, keuntungan mengalir kepada elite dan investor.

Baca juga: Aman Berolahraga Saat Puasa Ramadan

Dengan demikian, Talaga Rano bukan sekadar titik investasi tapi ruang hidup, warisan budaya, dan ekologi rapuh yang sedang dijarah. Keputusan pengelolaan sumber daya strategis harus menimbang dampak sosial, ekologis, dan moral. Bukan hanya laba finansial.

Saat dunia menatap penderitaan sipil di Gaza, Indonesia tidak boleh menutup mata terhadap dimensi etis dalam kebijakan energinya sendiri. Transisi energi harus bersih, bukan hanya dari karbon, tetapi juga dari ketidakadilan, keserakahan korporasi, dan praktik kapitalisme global yang menjarah warga.

“Demi keadilan bagi masyarakat di sekitar Talaga Rano dan solidaritas kemanusiaan terhadap rakyat Palestina, kami mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin operasi PT Ormat Geothermal Indonesia dan menghentikan proyek yang merusak ruang hidup dan lingkungan,” tegas Julfikar. [WLC02]

Sumber: Jatam

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kabupaten Halmahera BaratMaluku UtaraMasyarakat Adat WayoliPalestinaWilayah Kerja Panas BumiWKP Telaga Rano

Editor

Next Post
Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.

Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi daging kurban dibungkus daun jati. Foto kemenagsidoarjo.com.Tantangan Pascakurban: Pengolahan Limbah, Penyimpanan Daging dan Risiko Zoonosis
    In Rehat
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi PLTU batu bara. Foto jplenio/pixabay.comWalhi Region Jawa Desak Pensiunkan Dini Pembangkit Listrik Energi Fosil
    In News
    Senin, 25 Mei 2026
  • Ilustrasi kuda laut. Foto Aristal/Pixabay.com.Spesies Kuda Laut di Indonesia Terancam Penangkapan Tanpa Batas
    In Rehat
    Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media