Senin, 26 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Desain Kota Pesisir Berbasis Iklim Berpotensi Turunkan Suhu hingga 2 Derajat Celsius

Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kawasan pusat kota di wilayah pesisir Indonesia seharusnya dirancang berbasis iklim. Bukan hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi semata.

Rabu, 4 Maret 2026
A A
Ilustrasi hasil perancangan pusat kota pesisir berbasis Climate Sensitive Urban Design yang menunjukkan potensi penurunan suhu hingga 2 derajat Celsius melalui pendekatan simulasi mikroklimat. Foto Kelvin Narada Gunawan/ITB

Ilustrasi hasil perancangan pusat kota pesisir berbasis Climate Sensitive Urban Design yang menunjukkan potensi penurunan suhu hingga 2 derajat Celsius melalui pendekatan simulasi mikroklimat. Foto Kelvin Narada Gunawan/ITB

Share on FacebookShare on Twitter

Diakui forum akademik dan internasional

Kualitas dan relevansi tesis ini tidak hanya diakui di lingkungan akademik internal ITB. Namun juga memperoleh apresiasi lebih luas melalui berbagai forum dan publikasi ilmiah.

Penelitian tersebut dipresentasikan dalam ajang Three Minute Thesis (3MT) SAPPK ITB 2025, yang menantang peneliti menyampaikan riset kompleks secara ringkas dan komunikatif kepada publik. Selain itu, karya ini terpilih untuk dipresentasikan dalam forum internasional Urban Design Lab – UDL Thesis Publication 2025, yang menjadi wadah kurasi karya rancang kota dari berbagai negara.

Baca juga: Aceh dan Sumut Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 6,4

Dari sisi publikasi ilmiah, sebagian hasil penelitian ini telah diterbitkan pada Jurnal Teknosains Universitas Gadjah Mada (terakreditasi SINTA 2) dengan judul “Optimization of Urban Thermal Environment for Indonesia Coastal-Climate Urban Area: a Microclimatic Modelling”. Publikasi tersebut memperkuat kontribusi ilmiah dalam bidang iklim mikro perkotaan dan perancangan kota pesisir berbasis simulasi ENVI-met.

Selain dalam ranah akademik, temuan penelitian ini direncanakan untuk disampaikan kepada pemangku kepentingan pengembangan kawasan perkotaan di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan pendekatan yang dikembangkan memiliki potensi aplikatif dan relevan sebagai masukan strategis dalam perancangan kawasan pesisir dan waterfront.

Menjadi inspirasi generasi perancang kota muda

Tesis ini tengah dikembangkan menjadi buku publikasi ber-ISBN bersama dosen pembimbingnya, Mochamad Donny Koerniawan. Buku tersebut direncanakan menjadi referensi bagi akademisi, perencana kota, pemerintah, serta pemangku kepentingan dalam merancang kota pesisir yang adaptif terhadap iklim tropis dan berkelanjutan.

Saat ini, Kelvin berkarier sebagai Manager Masterplan & Business Development di sebuah perusahaan pengembang kawasan industri swasta di Indonesia. Ia terlibat dalam penyusunan masterplan kawasan industri dan infrastruktur, studi kelayakan, serta pengembangan proyek skala kawasan yang mengintegrasikan aspek desain, bisnis, dan keberlanjutan. Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mendalami isu energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan sebagai bagian dari arah pengembangan kota-kota Indonesia di masa depan.

Baca juga: Tanggal 3 Maret 2026, Puncak Gerhana Bulan Total Mulai Pukul 18.03 WIB

Pencapaian ini menunjukkan bahwa riset rancang kota tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan yang berdampak, diuji secara ilmiah, diapresiasi di tingkat internasional, serta relevan untuk diterapkan dalam praktik. Kiprah tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda perencana dan perancang kota Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang adaptif, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi masa depan perkotaan nasional.

Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana kawasan pusat kota di wilayah pesisir Indonesia seharusnya dirancang berbasis iklim. Bukan hanya berorientasi pada estetika atau fungsi ekonomi semata.

Atas penelitiannya, tesisnya dinobatkan sebagai Tesis Terbaik S-2 Rancang Kota ITB Tahun 2024 oleh lingkungan akademik Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK). Dan Kevin mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Climate Sensitive Urban DesignIklim TropisKota PesisirProgram Magister Rancang Kota ITB

Editor

Next Post
Gerhana bulan total, 3 Maret 2026 pukul 18.57 WIB. Foto Observatorium Bosscha.

Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media