Senin, 27 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dietriech G Bengen, Sound Horeg Membuat Penghuni Laut Stres hingga Tersesat

Membangun kampanye publik “Laut Butuh Sunyi untuk Tetap Hidup” dan pembentukan zona akustik sensitif di wilayah habitat laut menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut dari ancaman kebisingan.

Sabtu, 7 Juni 2025
A A
Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen. Foto Dok. Alumni IPB.

Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen. Foto Dok. Alumni IPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Suara bising di laut, termasuk dari sound horeg, sonar, lalu lintas kapal, dan aktivitas industri, terbukti merusak ekosistem laut secara serius. Bahkan kebisingan laut tidak hanya mengganggu perilaku hewan laut secara langsung, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap reproduksi, migrasi, komunikasi, dan kesehatan fisiologis berbagai spesies laut.

“Suara keras seperti sound horeg (suara kencang dari sound system) bisa membuat ikan kebingungan, stres, bahkan gagal bereproduksi,” kata Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Dietriech G Bengen.

Ikan dan larva ikan disebut sangat rentan terhadap suara bising. Gangguan ini meliputi stres hormonal, deformasi larva, hingga kegagalan pemijahan karena komunikasi yang terganggu. Tak terkecuali mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba juga terdampak.

Baca juga: Cek Singkat Kementerian ESDM Klaim Tambang Nikel di Raja Ampat Tak Bermasalah

“Mereka mengandalkan ekolokasi untuk bernavigasi. Kebisingan bisa membuat mereka tersesat, bahkan mengalami trauma akustik,” jelas dia.

Tak hanya hewan bergerak, terumbu karang dan invertebrata juga mengalami kerusakan akibat ledakan bawah laut dan gelombang suara intens. Suara bising mengganggu proses metamorfosis larva karang serta memutus “soundscape” alami yang digunakan larva untuk menetap.

Penelitian ilmiah mendukung temuan ini. Studi Jepson et al. (2003) menunjukkan sonar militer menyebabkan paus terdampar karena pendarahan organ dalam. Sementara studi lain oleh Simpson et al. (2015) dan Radford et al. (2007) menunjukkan perubahan perilaku ikan dan gangguan rekrutmen larva akibat kebisingan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekosistem lautProf. Dietriech G Bengensound horegzona akustik sensitif

Editor

Next Post
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengunjungi lokasi penambangan nikel di Pulau Gag di Raja Ampat, 7 Juni 2025. Foto Kementerian ESDM.

Temuan Kementerian ESDM, Lima Perusahaan Punya Izin Tambang di Raja Ampat

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media