Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dua Bakteri Ini Jadi Solusi Pencemaran Minyak Bumi di Laut

Ceceran minyak bumi yang bocor saat diangkut kapal akan mencemari air laut. Salah satu solusi mengatasi pencemaran adalah memanfaatkan bakteri. Bagaimana cara kerjanya?

Jumat, 4 Maret 2022
A A
Sampel polutan yang akan diurai dengan mikroorganisime. Foto its.ac.id.

Sampel polutan yang akan diurai dengan mikroorganisime. Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kombinasi tersebut memiliki efektivitas lebih tinggi dalam mengurai bakteri,” imbuh Harmin.

Baca Juga: Jangan Batasi Jumlah Makanan Anak Obesitas, Tapi Ini yang Dilakukan

Selain faktor jenis bakteri yang efektif dimanfaatkan untuk menguraikan polutan, juga terdapat tambahan nutrisi sebagai makanan tambahan untuk bakteri. Nutrisi tersebut didapatkan dari pupuk yang memiliki kandungan unsur kimia nitrogen, fosfor, dan kalium. Fungsi nutrisi ini untuk mempercepat proses penguraian polutan dalam sampel tersebut.

Keunggulan dari biodegradasi adalah bakteri Bacillus subtilis dan Pseudomonas putida yang masing-masing memiliki kemampuan menguraikan polutan dengan sangat baik, kemudian dalam penelitian dikombinasikan menjadi satu. Namun kekurangannya terdapat pada durasi waktu biodegradasi yang sangat lama.

“Apabila ingin benar-benar bebas polutan, dibutuhkan waktu tiga bulan,” tambah Harmin.

Ia berharap, dalam waktu dekat penelitian ini dapat diterapkan dalam skala nyata, bukan hanya dalam skala laboratorium. Meskipun begitu, harus tetap memerhatikan banyak faktor seperti luas wilayah tercemar, gelombang air laut, iklim, dan banyaknya bakteri yang harus dipersiapkan. [WLC02]

Sumber: its.ac.id, tanggal 1 Maret 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bakteribiodegradasimikroorganismepencemaran minyak bumi di laut

Editor

Next Post
Banjir melanda kawasan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 3 Maret 2022. Foto tangkap layar Instagram @kabar_klaten.

Banjir Klaten, BNPB Imbau Warga Waspadai Curah Hujan Hingga Minggu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media