Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Batasi Jumlah Makanan Anak Obesitas, Tapi Ini yang Dilakukan

Anak yang mengalami obesitas lebih rentan terhadap penyakit, terutama komplikasi. Ini gejala dan pencegahannya.

Jumat, 4 Maret 2022
A A
Ilustrasi makanan laut. Foto cattalin/pixabay.com.

Ilustrasi makanan laut. Foto cattalin/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Obesitas merupakan kelainan atau penyakit yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak tubuh yang berlebihan. Penyebabnya karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak. Jika obesitas terjadi pada anak, maka anak rentan menderita berbagai penyakit yang sulit dikelola.

Berikut gejala klinis anak obesitas yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Seperti wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher tampak pendek, terdapat acanthosis nigricans (bercak kehitaman di belakang leher). Kemudian dadanya terlihat membusung dengan payudara membesar dan napas berbunyi (mengi). Perutnya membuncit dan dinding perut berlipat-lipat.

Dalam kondisi ekstrim, sering juga tungkai berbentuk X akibat kenaikan berat badan yang sangat berlebihan dalam waktu singkat. Kemudian gerakan panggul terbatas dan pada sistem reproduksi laki-laki penis tampak kecil.

Baca Juga: BNPB Libatkan 106 Mahasiswa Data Rumah Rusak Dampak Gempa

“Lebih tepatnya, perlu pemeriksaan antropometri mencakup berat badan, panjang badan atau tinggi badan indeks massa tubuh,” kata dokter Winra Pratita dari IDAI sebagaimana dilansir dari laman kemkes.go.id, Kamis, 3 Maret 2022.

Selain gejala klinis, obesitas pada anak bisa menyebabkan komplikasi mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Si anak kemungkinan cepat depresi dan percaya dirinya rendah.

Kemudian di bagian paru, anak kemungkinan bisa mengalami asma atau sleep apnea pada saat tidur. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali. Tandanya adalah mendengkur saat tidur.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Desak PBB Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Tak menutup kemungkinan mengalami kelainan jantung atau kolesterolnya tinggi. Bisa juga peningkatan tekanan darah. Pada bagian hati terjadi perlemakan dan pada perut anak bisa mengalami gerd. Selanjutnya pada pankreas bisa berisiko diabetes tipe 2. Sedangkan bagian lutut mengalami artritis atau nyeri pada sendi.

Bisa juga kakinya bengkok akibat penimbunan berat badan yang sangat masif dalam waktu yang sangat singkat. Bagian reproduksi anak perempuan bisa mengalami menstruasinya tidak teratur atau lebih cepat daripada teman-temannya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anak obesitasasupan energiIDAImakanan sehatpenyakit komplikasi

Editor

Next Post
Sampel polutan yang akan diurai dengan mikroorganisime. Foto its.ac.id.

Dua Bakteri Ini Jadi Solusi Pencemaran Minyak Bumi di Laut

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media