Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dwi Sendi Priyono, Ini Tantangan Ahli DNA Forensik Satwa Liar di Indonesia

Salah satu tantangan penanganan perdagangan satwa ilegal adalah seringkali melibatkan barang sitaan yang tidak utuh, sehingga sulit diidentifikasi secara morfologi.

Rabu, 21 Agustus 2024
A A
Ahli DNA forensik satwa liar, Dwi Sendi Priyono (tengah). Foto Dok. UGM.

Ahli DNA forensik satwa liar, Dwi Sendi Priyono (tengah). Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

“Teknologi DNA forensik satwa liar sebenarnya bukan hal baru di dunia konservasi secara global, namun belum banyak diadopsi di Indonesia karena keterbatasan SDM dan fasilitas,” jelas dia.

Dengan latar belakang keilmuan yang ia miliki, Sendi ingin memberikan kontribusi ilmiah yang diperlukan untuk mendukung tindakan hukum terhadap pelanggaran perdagangan satwa liar di Indonesia. Dwi bercerita, ia dan timnya menggunakan teknik DNA forensik untuk menganalisis berbagai bukti forensik dari kasus-kasus satwa liar.

“Kami menggunakan teknik DNA untuk mengidentifikasi spesies dan mengkonfirmasi apakah barang bukti tersebut berasal dari spesies yang dilindungi,” jelas dia.

Baca Juga: Daryono, Ini Maksud Gempa Selat Sunda dan Mentawai-Siberut “Tinggal Menunggu Waktu”

Salah satu kasus yang paling berkesan baginya adalah ketika ia berhasil mengidentifikasi asal geografis dari gading gajah yang diselundupkan.

“Hasil analisis ini berperan krusial dalam proses hukum dan mendukung upaya pelestarian dengan menyediakan bukti ilmiah yang kuat,” imbuh dia.

Sebagai anggota penuh SWFS, Sendi kini terlibat dalam pengembangan standar forensik satwa liar, berbagi pengetahuan, dan berpartisipasi dalam proyek-proyek global. Ia berencana untuk mengembangkan proyek yang fokus pada pembuatan database forensik satwa liar yang komprehensif di Indonesia, serta meningkatkan kapasitas lokal melalui pelatihan dan workshop.

Baca Juga: PWYP Ingatkan Menteri ESDM Baru, Jangan Ada Lagi Solusi Palsu Transisi Energi

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum dan upaya pelestarian dengan menyediakan alat yang lebih baik untuk analisis forensik,” harap dia.

Meskipun menghadapi tantangan besar seperti keterbatasan fasilitas dan teknologi, serta minimnya database DNA satwa endemik, Sendi tetap optimis tentang masa depan forensik satwa liar di Indonesia. Dengan dukungan internasional dan kolaborasi yang semakin kuat, ia percaya bahwa kapasitas lokal dalam menangani kasus-kasus satwa liar akan terus meningkat.

“Dukungan dari lembaga internasional dan pengalaman yang saya dapat dari keanggotaan SWFS akan memperkuat upaya pelestarian dan penegakan hukum di Indonesia,” kata Sendi. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli DNA forensikDwi Sendi PriyonoFakultas Biologi UGMSatwa liarSociety for Wildlife Forensic Science

Editor

Next Post
Potensi hujan 23-28 Agustus 2024 di sebagian wilayah Indonesia berdasar pantauan Satelit Himawari. Foto Dok. BMKG.

Sedia Payung, Sebagian Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Sepekan

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media