Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dwikorita: Yang Ditakutkan Penduduk Bumi adalah Perubahan Iklim dan Dampaknya

Perubahan iklim bukanlah hantu, tapi nyata di sekitar kita. Bahaya perubahan iklim dan dampaknya sudah diingatkan jauh hari. Masihkah kita mengelak?

Jumat, 18 Agustus 2023
A A
Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati. Foto BMKG.

Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kenaikan hampir 40 ppm itu saja di tengah hutan, lokasi yang belum tercemar. Bayangkan kalau di kota besar akan lebih tinggi lagi,”ujar Dwikorita.

Baca Juga: Fahmy Radhi: Polusi Udara Jakarta Ekstrem Perlu Kebijakan Ekstrem

Ia berharap seluruh umat di dunia mengetahui perubahan iklim global. Serta harus memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan laju gas rumah kaca.

Perubahan iklim global mengakibatkan terjadinya bencana alam, baik bencana alam basah maupun bencana alam kering yang terjadi hampir merata di seluruh negara. Kedua jenis bencana itu bisa terjadi bersamaan. Dampak perubahan iklim pun tidak pilih-pilih, baik negara maju, negara berkembang, ataupun negara adidaya bisa mengalami.

“Tren kejadian semakin meningkat dan frekuensi kejadian semakin sering. Studi menunjukkan, inilah ciri-ciri dampak dari perubahan iklim,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Gempa Ende Magnitudo 5,8 Dipicu Deformasi Batuan

Perubahan iklim mengakibatkan banjir dengan jumlah kejadian dan intensitas yang kian meningkat, kelangkaan air di seluruh belahan dunia, kenaikan suhu, kekeringan, bahkan kerawanan pangan.

“Hampir seluruh dunia akan mengalami ini termasuk Indonesia di sekitar tahun 2050. Kondisi ini akan terjadi dengan asumsi apabila hidup kita menggunakan energi yang mengakibatkan gas rumah kaca,” urai Dwikorita.

Selain perubahan iklim, Dwikorita juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana, salah satunya rutin melakukan gladi posko. Tujuan gladi posko adalah untuk meningkatkan kapasitas agar cekatan dan mampu menolong diri sendiri serta orang yang ada di sekitar ketika bencana terjadi. Seperti di Jepang yang sudah menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya. Penting juga membuat peta-peta rute evakuasi agar semua orang memiliki peluang untuk selamat dalam keadaan darurat. [WLC02]

Sumber: BMKG, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana alam basahbencana alam keringkenaikan temperaturKepala BMKG Dwikorita Karnawatikerawanan panganmitigasi bencanaperubahan iklimRevolusi Industri

Editor

Next Post
Menteri LHK Siti Nurbaya dan jajarannya membahas penanganan dan pengendalian polusi udara di Jabodetabek. Foto ppid.menlhk.go.id.

Ini Tujuh Langkah Penanganan Polusi Udara di Jabodetabek

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media