Rabu, 1 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Edukasi Pemanfaatan Air Hujan di PRB 2025 Mojokerto

Senin, 6 Oktober 2025
A A
Mengangkat tema pemanfaatan air hujan, Komunitas Banyu Bening Yogyakarta berpartisipasi di Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 Mojokerto, Jawa Timur, digelar pada 1–3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Mengangkat tema pemanfaatan air hujan, Komunitas Banyu Bening Yogyakarta berpartisipasi di Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 Mojokerto, Jawa Timur, digelar pada 1–3 Oktober 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Robohnya Bangunan Pesantren Al Khoziny, Jumlah Korban Tewas Kini 49 Orang

Selain itu, Kalaksa BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengungkapkan, kebutuhan mendesak akan edukasi air hujan di wilayahnya.

“Kami sangat membutuhkan kehadiran Sekolah Air Hujan di Papua Barat, agar air hujan bisa benar-benar dimanfaatkan sebagai kebutuhan dasar rumah tangga,” kata Derek, dalam keterangan tertulis Komunitas Banyu Bening yang diterima redaksi Wanaloka pada Senin, 6 Oktober 2025.

Komunitas Banyu Bening memperkenalkan teknologi ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan), sebuah teknologi tepat guna untuk pemanfaatan air hujan secara berkelanjutan sebagai solusi atas persoalan air bersih di Indonesia.

Baca juga: Mengenalkan Manfaat Air Hujan untuk Air Minum di Sukolilo Surabaya

Partisipasi Banyu Bening pada kegiatan Peringatan Bulan PRB 2025, komitmen komunitas untuk terus mendorong kesadaran masyarakat bahwa air hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi sumber daya penting yang dapat menjadi solusi krisis air bersih di masa depan. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Komunitas Banyu Beningmanfaat air hujanSekolah Air Hujan

Editor

Next Post
Operasi pencarian korban reruntuhan pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, diakhiri. BNPB menyebutkan korban tewas 61 orang. Foto BNPB.

Korban Tewas Runtuhan Bangunan Pesantren Al Khoziny Total 61 Orang

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media