Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekskursi untuk Melihat Potensi dan Manifestasi Panas Bumi di Gunung Kamojang

Ternyata aktivitas pengeboran panas bumi di kawah Gunung Kamojang sudah dilakukan sejak masa Hindia Belanda.

Rabu, 29 Januari 2025
A A
Budi Sulistijo, memmeragakan cara pengukuran instrumen untuk panas bumi di manifestasi geotermal di wilayah Gunung Kamojang, 18 Desember 2024 Foto Anugrah Tri Cahyadi/ITB.

Budi Sulistijo, memmeragakan cara pengukuran instrumen untuk panas bumi di manifestasi geotermal di wilayah Gunung Kamojang, 18 Desember 2024 Foto Anugrah Tri Cahyadi/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gunung Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dipilih menjadi destinasi ekskursi yang diikuti lima peserta dari Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Program Studi Magister Rekayasa Pertambangan ITB, Rabu, 18 Desember 2024 lalu. Sebab ada potensi dan manifestasi panas bumi.

Potensi tersebut sudah dioptimalkan pemerintah melalui proses produksi secara masif yang dilakukan Pertamina Geothermal Energy untuk pemanfaatan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Selain itu, Gunung Kamojang menjadi tempat ideal untuk mendapatkan gambaran proses panas bumi menjadi sumber energi listrik dengan kondisi geologinya.

Kondisi geologi ini yang menjadi atensi mahasiswa untuk lebih mengenal potensi panas bumi yang besar di Indonesia. Mengingat kondisi geologi Indonesia mendukung dan lokasi Indonesia berada di “ring of fire” sehingga dapat diperkirakan energi ini akan banyak dimanfaatkan pada masa depan.

Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Ancam Jawa Tengah Hingga Februari 2025

Dosen pengampu Budi Sulistijo mengajak mahasiswa menuju Kawah Gunung Guntur untuk mengamati proses erupsi dan hasil letusan gunung api yang berpotensi membawa panas bumi. Mahasiswa mendapatkan gambaran zona alterasi (ubahan) dan produk hasil letusan baik dari piroklastik maupun batuan laharik.

Selanjutnya, mahasiswa menuju Gunung Kamojang untuk melakukan kegiatan lapangan dengan melakukan pengukuran pH, kandungan unsur trace element panas bumi. Juga kegiatan untuk mengidentifikasi panas bumi dengan membakar semacam kertas. Nantinya akan terjadi gumpalan asap tebal di sekitar pembakaran karena adanya tekanan yang rendah sekitar pembakaran dan memungkinkan gas panas bumi berpindah menuju tekanan yang lebih rendah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung Kamojangpanas bumipotensi geothermalTeknik Pertambangan ITB

Editor

Next Post
Bencana longsor di Minahasa, 29 Januari 2025. Foto BPBD Minahasa.

Bencana Hidrometeorologi Pekan Terakhir Januari, 5 Tewas dan 1 Hilang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media