Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

El Nino 2023, Ini Dampak dan Mitigasinya

Mitigasi musim kemarau bisa dilakukan sejak musim penghujan. Apa saja upaya yang dilakukan?

Senin, 30 Januari 2023
A A
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Kemudian kekeringan hidrologis yang dikategorikan berdasarkan kurangnya pasokan air. Baik air permukaan maupun air bawah permukaan. Tidak hanya ditinjau dari air di sektor pertanian, tetapi penggunaan air untuk keperluan domestik dan industri.

Baca Juga: Upaya Keluarkan Hutan Hujan Tropis Sumatera TNGL dari Daftar Dalam Bahaya UNESCO

Selain itu, ada lagi istilah kekeringan sosial ekonomi. Biasanya terjadi setelah terjadi kekurangan air untuk sektor pertanian dan sektor lainnya sehingga berdampak pada kehidupan aspek sosial dan ekonomi.

Bagaimana Pencegahannya?
Langkah mitigasinya dilakukan dengan pengelolaan air hujan yang jatuh sehingga dapat dimanfaatkan pada saat musim kemarau. Pengelolaan ini terbagi menjadi dua, secara teknis dan non teknis. Secara teknis, dapat dilakukan dengan vegetasi yang mampu menambah daya intersepsi, detensi, dan filtrasi.

Baca Juga: Kolaborasi Teknologi dan Seni Hasilkan Kaki Buatan yang Fleksibel

Bangunan yang diperuntukkan untuk retensi air hujan juga dapat diterapkan atau diistilahkan dengan rain water harvesting. Bangunan ini dapat berupa embung, kolam kecil, parit, atau waduk. Selain itu, juga dapat dengan memanfaatkan lubang biopori, sumur resapan, dan sumur injeksi. Maupun penerapan hujan buatan atau monitoring penggunaan air.

Sedangkan dari sisi non teknis berkaitan dengan regulasi dan budidaya masyarakat sehingga dapat melakukan konservasi air dari sisi penyimpanan dan penggunaannya.

“Banyak hal yang dapat dilakukan di tingkat individu hingga komunitas,” kata Asep. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: El NinoIPB Universitykekeringanmusim kemaraupengelolaan air hujanProf. Asep Sapei

Editor

Next Post
Inovasi pembuatan lilin aromaterapi dari jelantah oleh mahasiswa KKN Unair. Foto unair.ac.id.

Cukup Enam Langkah, Jelantah Disulap Menjadi Lilin Aromaterapi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media