Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

El Nino 2023, Ini Dampak dan Mitigasinya

Mitigasi musim kemarau bisa dilakukan sejak musim penghujan. Apa saja upaya yang dilakukan?

Senin, 30 Januari 2023
A A
Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Ilustrasi kekeringan. Foto bernswaelz/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena El Nino di Kawasan Pasifik — yang muncul dua hingga lima tahun sekali — semakin memperparah kekeringan yang terjadi. Mengakibatkan uap air di kawasan Indonesia berkurang karena bergerak ke arah berlawanan. Hujan yang biasa terjadi di musim kemarau pun menjadi berkurang.

Tak hanya kebakaran hutan dan lahan gambut, musim kemarau 2023 ini juga mengkhawatirkan petani. Lantaran kemarau menyebabkan kekeringan yang dapat mengancam produksi pangan. Seperti pada 1997 yang tercatat merupakan musim kekeringan terparah di Indonesia. Akibatnya, produksi beras nasional menurun hingga 30 persen.

Bagaimana Kekeringan Terjadi?
Kekeringan merupakan periode dimana suatu wilayah kekurangan air dalam waktu yang cukup lama. Sebagian wilayah Indonesia dapat mengalami kekeringan dan sebagian lainnya tidak mengalami. Bahkan di daerah-daerah basah sekalipun juga seringkali mengalami kekurangan air saat musim kemarau.

Baca Juga: Kabar Gembira, Laksmi Melahirkan Lagi dan Astuti Direhabilitasi

“Periodenya bervariasi, bisa berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Harus menjadi perhatian karena kekeringan tidak hanya terjadi di wilayah timur Indonesia, tetapi juga barat,” kata Guru Besar Teknologi Pertanian, Prof. Asep Sapei dalam Podcast Teknik Sipil dan Lingkungan (PodSIL) Episode ke-8.

Penyebab utama kekeringan adalah curah hujan yang rendah di suatu daerah maupun karena siklus hidrologisnya. Sebagian air hujan akan mengalami retensi, detensi, atau run-off.

“Karena fungsi-fungsi ini mengalami perubahan, sehingga hujan yang jatuh sebagian besar menjadi run-off dan keluar dari daerah tersebut,” jelas Asep.

Baca Juga: April-Mei 2023 Mulai Kemarau, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut

Dosen IPB University dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian itu menjelaskan, klasifikasi kekeringan meliputi yang ditinjau dari curah hujan di bawah normal maupun ditinjau dari kekeringan pertanian.

Kekeringan pertanian akan didahului kekeringan meteorologis. Kekeringan ini ditinjau dari tingkat kekeringan daun, meliputi kering, sangat kering, dan amat sangat kering.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: El NinoIPB Universitykekeringanmusim kemaraupengelolaan air hujanProf. Asep Sapei

Editor

Next Post
Inovasi pembuatan lilin aromaterapi dari jelantah oleh mahasiswa KKN Unair. Foto unair.ac.id.

Cukup Enam Langkah, Jelantah Disulap Menjadi Lilin Aromaterapi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media