Minggu, 14 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

El Niño Tingkatkan Produktivitas Perikanan, Bukan Nelayan Pesisir yang Diuntungkan

Praktiknya, wilayah penangkapan ikan justru lebih mudah diakses armada industri yang memiliki teknologi, modal, dan izin.

Selasa, 19 Mei 2026
A A
Ilustrasi kapal penangkap ikan. Foto PublicDomainPictures/Pixabay.com.

Ilustrasi kapal penangkap ikan. Foto PublicDomainPictures/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengingatkan, El Niño bukan sekadar soal cuaca ekstrem, tapi juga berkaitan dengan krisis sosial dan ekologis di wilayah pesisir dan kepulauan. Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), El Niño dapat memicu fenomena upwelling atau naiknya air laut dari dasar ke permukaan yang berpotensi meningkatkan produktivitas perikanan.

Namun lonjakan potensi ikan ini tidak bisa dilihat terpisah dari kerusakan ekosistem yang sedang terjadi. Dalam perspektif keadilan kelautan (blue justice), pertanyaan utamanya bukan hanya “mengapa ikan bertambah”, tetapi “siapa yang bisa mengaksesnya, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang malah tersingkir”.

“Kita tidak boleh terjebak pada anggapan, bahwa laut otomatis menjadi penyelamat krisis pangan akibat El Niño. Tanpa tata kelola adil, fenomena ini justru berpotensi mendorong perampasan ruang hidup,” tegas Pengkampanye Perlindungan Pesisir dan Laut Walhi, Mida Saragih.

El Niño dapat memperkuat fenomena upwelling di wilayah selatan Jawa hingga barat Sumatra. Bahwa penguatan upwelling berdampak pada peningkatan suplai nutrien ke permukaan laut dan mendorong pertumbuhan fitoplankton sebagai dasar rantai makanan laut, sehingga meningkatkan produktivitas perairan dan potensi sumber daya ikan.

Namun, peningkatan ini tidak otomatis dinikmati masyarakat pesisir. Praktiknya, wilayah penangkapan ikan justru lebih mudah diakses armada industri yang memiliki teknologi, modal, dan izin. Sementara ruang hidup masyarakat pesisir semakin tertekan akibat ekspansi berbagai industri berbasis sumber daya alam.

“Kami meminta pemerintah menerbitkan rencana tapak untuk penyelamatan wilayah kepulauan,” tegas Mida.

Mengingat secara spesifik, pesisir dan pulau kecil memiliki kerentanan yang ditandai dengan pasokan air, bahan pangan terbatas. Kerentanan ini sering diperparah solusi semu, seperti proyek geotermal di kawasan konservasi atau revitalisasi perikanan yang justru merusak mangrove.

Berdasarkan pantauan NOAA dan BRIN, El Niño dapat menyebabkan cuaca menjadi lebih panas dan kering. Namun penting dipahami, bahwa akar utama bencana ekologis sebenarnya adalah eksploitasi sumber daya alam yang terus dilakukan atas nama pembangunan. Dampak El Niño berupa kenaikan suhu dan kekeringan hanya memperburuk kondisi yang sudah rentan tersebut.

Prakiraan terbaru menunjukkan El Niño berpotensi memperparah kekeringan, sehingga meningkatkan risiko gagal panen dan krisis air. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan kenaikan suhu global hingga mencapai rekor baru, dengan dampak kemanusiaan yang signifikan.

Saat ini, suhu permukaan laut di Pasifik sudah naik sekitar 0,5°C di atas normal yang merupakan tanda awal El Niño. Beberapa bulan ke depan, fenomena ini diperkirakan menguat dan berpotensi menjadi “super El Niño”. NOAA memperkirakan peluang kemunculannya mencapai 82% pada Mei–Juli 2026 dan 96% hingga awal 2027.

Sejumlah model iklim global (NOAA, BoM, ECMWF) menunjukkan tren yang sama, dengan potensi kenaikan suhu lebih dari 1,5°C (kategori kuat), bahkan bisa melampaui 2–3°C. Jika ini terjadi, El Niño dapat mendorong tahun 2027 menjadi tahun terpanas dalam sejarah.

Sementara Biro Meteorologi Australia (BoM) mengamati, bahwa suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian tengah terus meningkat secara bertahap. Diperkirakan akan terus menghangat hingga mencapai kondisi El Niño dalam beberapa bulan ke depan.

Dampak dari El Niño kuat adalah potensi pemanasan tambahan di Pasifik timur akan meningkatkan suhu rata-rata global. Kemungkinan besar dunia akan mengalami suhu global tertinggi tahun depan. Di Indonesia, telah diidentifikasi peluang kekeringan yang dapat menurunkan produksi pertanian dan cadangan pangan.

Kini, konsensus dari lembaga-lembaga iklim mengarah pada urgensi kesiapan menghadapi Super El Niño. Penghentian laju kerusakan, termasuk di kawasan rentan bencana, adalah syarat kesiapsiagaan. Strategi tingkat tapak adalah penyelamatan ekosistem mencakup mangrove, lamun dan terumbu karang yang perlu digarap serius, diintegrasikan dan dijamin implementasinya lewat aturan daerah.

Dalam perspektif keadilan kelautan (blue justice), Walhi mendorong pemerintah dan lembaga terkait tidak memandang laut serta sumber daya ikan semata sebagai komoditas ekonomi. Melainkan ruang hidup yang harus menjamin hak akses nelayan terhadap wilayah tangkap dan hak masyarakat atas pangan perikanan, termasuk ketika terjadi lonjakan stok ikan.

Walhi juga menekankan pentingnya penyusunan rencana penyelamatan wilayah kepulauan melalui pemetaan daerah rawan bencana, krisis air, dan krisis pangan. Serta memperluas rehabilitasi ekosistem mangrove dan terumbu karang yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINEl NinoFenomena UpwellingWalhi

Editor

Next Post
Ilustrasi warga menolak perampasan tanah adat Pekurehua oleh bank tanah. Foto AI.

Masyarakat To Pekurehua Menuntut Bank Tanah Kembalikan Tanah Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media