Sabtu, 30 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu

Saat pandemi Covid-19, jumlah kasus TBC yang ditemukan tidak banyak. Namun usai pandemi justru jumlah kasusnya meningkat.

Sabtu, 11 April 2026
A A
Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.

Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia mengklaim metode ini efektif menemukan kasus-kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Seiring waktu, program ini juga mulai mendapat dukungan dari pemerintah melalui penyediaan alat dan fasilitas yang lebih memadai.

Rina juga menekankan pentingnya pendekatan edukasi yang inovatif dan menyentuh langsung masyarakat. Ia menyarankan agar edukasi tidak hanya dilakukan melalui media konvensional seperti poster atau flyer, tetapi juga melalui pendekatan yang lebih interaktif, seperti menghadirkan penyintas TBC dalam talkshow atau kampanye berulang yang mudah diingat masyarakat.

Selain itu, tantangan geografis Indonesia menyebabkan ketimpangan akses layanan kesehatan, terutama di luar Pulau Jawa. Kondisi ini menjadi hambatan dalam pemerataan deteksi dan pengobatan TBC di seluruh wilayah.

Ia merekomendasikan pendekatan komprehensif melalui tiga pilar utama, yakni Search, Treat, and Prevent. Search mencari pasiennya dan mendeteksi mereka dengan cepat. Treat memberikan pengobatan yang adekuat sampai sembuh total. Prevent melakukan tindakan pencegahan dan edukasi.

Sejauh ini, upaya Kementerian Kesehatan melalui penerapan ACF dengan memanfaatkan rontgen portable yang telah didistribusikan ke berbagai daerah. Inovasi itu dinilai dapat menjangkau kasus-kasus TBC yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Ia juga menyoroti rencana pengembangan layanan skrining terpadu melalui konsep One Stop Service (OSS) yang mengintegrasikan pemeriksaan TBC dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya ini diharapkan dapat mempercepat deteksi dan penanganan kasus di masyarakat.

Tak lupa penting peran masyarakat mendukung upaya eliminasi TBC. Masyarakat diimbau tidak menyepelekan gejala, seperti batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Selain itu, pemahaman bahwa TBC dapat disembuhkan, bukan merupakan penyakit keturunan, dan perlu terus disosialisasikan. Sekaligus untuk mengurangi stigma dalam masyarakat dan meningkatkan kepatuhan berobat dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia.

Perluasan Desa Siaga TB

Dalam Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan penanggulangan TB lintas sektor. Pemerintah menekankan pentingnya peran daerah hingga tingkat desa dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia.

“Pemerintah daerah menjadi penggerak utama dalam mengoordinasikan penanggulangan TB hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” ujar dia.

Saat ini, dari total 84.276 desa di Indonesia, baru sekitar 5.711 desa yang telah membentuk Desa/Kelurahan Siaga TB yang tersebar di 22 provinsi dan 108 kabupaten/kota.

Pemerintah juga telah menetapkan 11 provinsi prioritas penanganan TB, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Program Desa/Kelurahan Siaga TB dinilai strategis dalam menemukan kasus secara aktif, meningkatkan edukasi masyarakat, serta mendampingi pasien hingga tuntas berobat.

“Desa dan kelurahan menjadi ujung tombak dalam menemukan kasus, mendampingi pasien, dan menggerakkan masyarakat untuk bersama melawan TB,” tegas dia.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus menambahkan keberhasilan eliminasi TB membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan masyarakat, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan media.

“Peran media sangat strategis dalam mendorong masyarakat untuk memeriksakan diri dan menjalani pengobatan hingga tuntas,” imbuh dia.

Pemerintah memastikan bahwa pelayanan bagi orang terduga TB merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi seluruh pemerintah daerah. Penguatan peran desa dan kolaborasi lintas sektor diharapkan eliminasi TB di Indonesia dapat tercapai lebih cepat dan menyeluruh. [WLC02]

Sumber: UGM, Kementerian Kesehatan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: AFCDesa Siaga TBeliminasi TBCFK-KMK UGMKementerian KesehatanTBC

Editor

Next Post
Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.

Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi daging kurban dibungkus daun jati. Foto kemenagsidoarjo.com.Tantangan Pascakurban: Pengolahan Limbah, Penyimpanan Daging dan Risiko Zoonosis
    In Rehat
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi PLTU batu bara. Foto jplenio/pixabay.comWalhi Region Jawa Desak Pensiunkan Dini Pembangkit Listrik Energi Fosil
    In News
    Senin, 25 Mei 2026
  • Ilustrasi kuda laut. Foto Aristal/Pixabay.com.Spesies Kuda Laut di Indonesia Terancam Penangkapan Tanpa Batas
    In Rehat
    Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media