Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Empat Kali Bayi Orangutan Tanpa Induk Kembali Diselamatkan di Melawi

Orangutan sebagai penyeimbang kelangsungan ekosistem hutan. Bertindaklah bijak saat menjumpainya dengan tidak menganggu, melukai atau membunuhnya.

Jumat, 12 Juli 2024
A A
Bayi orangutan ke-4 yang ditemukan tanpa induk di Melawi, Kalimantan Barat, 9 Juli 2024. Foto BKSDA Kalbar.

Bayi orangutan ke-4 yang ditemukan tanpa induk di Melawi, Kalimantan Barat, 9 Juli 2024. Foto BKSDA Kalbar.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Suara tangisan bayi di semak terdengar cukup kencang di hutan masyarakat sekitar PT. Erna Djuliawati di Desa Nusa Panjang, Kecamatan Surian, Kabupaten Melawi. Dimas, warga Dusun Kuala Belian, Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi yang tengah mencari damar langsung melakukan pengecekan. Ternyata itu suara tangisan bayi orangutan.

Bayi orangutan itu terluka. Dimas berinisiatif membawa pulang menyelamatkan dan merawatnya. Sebab ia tidak menjumpai jejak induknya di hutan. Sementara untuk menuju lokasi memerlukan waktu 11 jam perjalanan melalui transportasi air.

Informasi keberadaan bayi orangutan berawal dari laporan IAR Unit Kabupaten Melawi yang ditindaklanjuti Tim Wild Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Sintang. Dengan didampingi tenaga medis Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS), tim melakukan verifikasi laporan dan melakukan tindakan penyelamatan (rescue).

Baca Juga: Gempa Sangihe M7,0 Dirasakan di Wilayah KRB Gempa Bumi

Tim WRU SKW II Sintang dibantu tim medis YPOS melakukan pengecekan kondisi bayi orangutan. Kondisinya terpantau sehat dengan sedikit luka di tangan. Bayi orangutan itu berjenis kelamin betina. Usianya diperkirakan berusia tiga bulan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat melalui WRU SKW II Sintang menerima penyerahan bayi orangutan itu dari masyarakat pada 9 Juli 2024. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Bayi orangutan dititiprawat sementara ke Pusat Rehabilitasi YPOS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dalam keterangannya, Kepala SKW II Sintang, Joko Mulyo Ichtiarso menyampaikan dalam periode tahun 2023 sampai 2024 sudah dilaksanakan empat kali penyelamatan bayi orangutan di Melawi. Semua penyelamatan berupa penyerahan oleh masyarakat yang menemukan tanpa induk di sekitarnya.

Baca Juga: Data Terkini Longsor Tambang Tulabo Bone Bolango 23 Orang Tewas

“Balai KSDA Kalbar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menyadari bahwa orangutan merupakan jenis satwa liar dilindungi undang-undang. Jadi secara sukarela dan tanpa paksaan menyerahkan kepada pihak BKSDA Kalbar,” kata Joko Mulyo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: animal behaviorbayi orangutanBKSDA Kalimantan Baratinduk orangutanKabupaten Melawi

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad, Prof. Emi Sukiyah. Foto researchgate.net.

Emi Sukiyah, Pesona Jawa Barat Bagian Selatan Menyimpan Potensi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media