Rabu, 23 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Empat Kali Bayi Orangutan Tanpa Induk Kembali Diselamatkan di Melawi

Orangutan sebagai penyeimbang kelangsungan ekosistem hutan. Bertindaklah bijak saat menjumpainya dengan tidak menganggu, melukai atau membunuhnya.

Jumat, 12 Juli 2024
A A
Bayi orangutan ke-4 yang ditemukan tanpa induk di Melawi, Kalimantan Barat, 9 Juli 2024. Foto BKSDA Kalbar.

Bayi orangutan ke-4 yang ditemukan tanpa induk di Melawi, Kalimantan Barat, 9 Juli 2024. Foto BKSDA Kalbar.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Suara tangisan bayi di semak terdengar cukup kencang di hutan masyarakat sekitar PT. Erna Djuliawati di Desa Nusa Panjang, Kecamatan Surian, Kabupaten Melawi. Dimas, warga Dusun Kuala Belian, Desa Pal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi yang tengah mencari damar langsung melakukan pengecekan. Ternyata itu suara tangisan bayi orangutan.

Bayi orangutan itu terluka. Dimas berinisiatif membawa pulang menyelamatkan dan merawatnya. Sebab ia tidak menjumpai jejak induknya di hutan. Sementara untuk menuju lokasi memerlukan waktu 11 jam perjalanan melalui transportasi air.

Informasi keberadaan bayi orangutan berawal dari laporan IAR Unit Kabupaten Melawi yang ditindaklanjuti Tim Wild Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Sintang. Dengan didampingi tenaga medis Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS), tim melakukan verifikasi laporan dan melakukan tindakan penyelamatan (rescue).

Baca Juga: Gempa Sangihe M7,0 Dirasakan di Wilayah KRB Gempa Bumi

Tim WRU SKW II Sintang dibantu tim medis YPOS melakukan pengecekan kondisi bayi orangutan. Kondisinya terpantau sehat dengan sedikit luka di tangan. Bayi orangutan itu berjenis kelamin betina. Usianya diperkirakan berusia tiga bulan.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat melalui WRU SKW II Sintang menerima penyerahan bayi orangutan itu dari masyarakat pada 9 Juli 2024. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Bayi orangutan dititiprawat sementara ke Pusat Rehabilitasi YPOS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dalam keterangannya, Kepala SKW II Sintang, Joko Mulyo Ichtiarso menyampaikan dalam periode tahun 2023 sampai 2024 sudah dilaksanakan empat kali penyelamatan bayi orangutan di Melawi. Semua penyelamatan berupa penyerahan oleh masyarakat yang menemukan tanpa induk di sekitarnya.

Baca Juga: Data Terkini Longsor Tambang Tulabo Bone Bolango 23 Orang Tewas

“Balai KSDA Kalbar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang menyadari bahwa orangutan merupakan jenis satwa liar dilindungi undang-undang. Jadi secara sukarela dan tanpa paksaan menyerahkan kepada pihak BKSDA Kalbar,” kata Joko Mulyo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: animal behaviorbayi orangutanBKSDA Kalimantan Baratinduk orangutanKabupaten Melawi

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad, Prof. Emi Sukiyah. Foto researchgate.net.

Emi Sukiyah, Pesona Jawa Barat Bagian Selatan Menyimpan Potensi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media