Kamis, 5 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Farid Purna Bakti: Atasi Persoalan Lingkungan dan Energi dengan Teknologi Bahtera Nabi Nuh

Bahtera buatan Nabi Nuh telah menginspirasi pembuatan angkutan kapal yang memuat banyak orang dan barang di laut. Tak terkecuali solusi keberlanjutan energi bersih dan lingkungan. Seperti apakah itu?

Rabu, 21 September 2022
A A
Teknologi struktur terapung oleh Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Farid Putra Bakti, Ph.D. Foto itb.ac.id.

Teknologi struktur terapung oleh Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Farid Putra Bakti, Ph.D. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Risiko bencana alam, seperti banjir rob, tsunami, gelombang tinggi menjadi ancaman Indonesia sebagai negara maritim. Meskipun satu sisi mendapat manfaat besar atas kekayaan sumber daya alam di dalamnya. Lantas, apa solusinya?

Dosen Peneliti, Pusat Penelitian Energi Baru Terbarukan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB), Farid Putra Bakti, Ph.D., memaparkan solusi berupa penerapan teknologi struktur terapung. Kehadiran struktur terapung telah menjadi penyelamat untuk umat manusia sejak dahulu kala.

“Contohnya, kisah bahtera Nabi Nuh yang berhasil menjadi media penyelamat umat manusia dan berbagai makhluk hidup lain. Itu bentuk nyata peran struktur terapung pada zaman dahulu,” kata Farid dalam Workshop Series LPPM ITB Volume 9 Tahun 2022 bertema “Floating Structures, Pushing the Frontier of Energy Utilization, Habitable Space, and Mobility” pada 14 September 2022.

Baca Juga: Minimalisir Risiko Kecelakaan Laut, Nelayan Ikut Sekolah Lapang Cuaca

Kini persoalan yang kerap dijumpai adalah naiknya muka air laut, kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan, kebutuhan lahan hunian dan pangan, hingga mobilisasi barang dan manusia.

“Persoalan-persoalan itu dapat diatasi dengan pemanfaatan struktur terapung,” jelas Farid.

Teknologi struktur terapung dari bahtera Nabi Nuh pun ‘ditiru’ manusia dengan membuat kapal-kapal besar untuk mengatasi peningkatan kebutuhan mobilisasi barang dan manusia yang semakin besar. Bahkan rumah atau kota terapung juga sudah banyak diciptakan untuk mengatasi permasalahan terkait peningkatan kebutuhan lahan hunian.

“Belanda dan Korea Selatan telah menciptakan dan mengembangkan berbagai perumahan yang dibangun secara terapung di kawasan kanal hingga tepi lautan,” papar Farid.

Baca Juga: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Pesisir Selatan Laut Jawa Hari Ini

Permasalahan terkait peningkatan kebutuhan pangan dan lahan pertanian juga dapat diatasi dengan pengembangan akuakultur di laut lepas dengan memanfaatkan teknologi struktur terapung. Seperti pengembangan peternakan ikan di laut lepas. Sistem akuakultur ini juga dilengkapi sistem perawatan dan pengawasan otomatis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahtera Nabi Nuhenergi bersih dan berkelanjutanFarid Purna BaktiITBkapal besarkebutuhan panganpembangkit listrik tenaga airpembangkit listrik tenaga suryateknologi struktur terapung

Editor

Next Post
Trusted Media Summit 2022 diselenggarakan GNI dan AJI Indonesia di Denpasar, Bali pada Rabu, 21 September 2022. Foto Instagram AJI Indonesia.

Trusted Media Summit 2022: Disinformasi Politik hingga Masa Depan Jurnalisme

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media