Jumat, 6 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Farid Purna Bakti: Atasi Persoalan Lingkungan dan Energi dengan Teknologi Bahtera Nabi Nuh

Bahtera buatan Nabi Nuh telah menginspirasi pembuatan angkutan kapal yang memuat banyak orang dan barang di laut. Tak terkecuali solusi keberlanjutan energi bersih dan lingkungan. Seperti apakah itu?

Rabu, 21 September 2022
A A
Teknologi struktur terapung oleh Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Farid Putra Bakti, Ph.D. Foto itb.ac.id.

Teknologi struktur terapung oleh Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Farid Putra Bakti, Ph.D. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Teknologi struktur terapung juga dapat menjadi solusi untuk permasalahan di bidang energi. Teknologi ini dapat dikembangkan untuk menghasilkan energi bersih dan berkelanjutan. Apalagi 71 persen luasan bumi didominasi perairan.

“Itu menandakan dunia memiliki sumber energi terbarukan yang sangat melimpah dari perairan, terutama lautan,” terang Farid.

Baca Juga: Pakar Oseanografi: Air Laut Bisa Jadi Solusi Krisis Air Bersih di Indonesia

Tak terkecuali Indonesia, juga punya peluang untuk mengembangkan sumber energi terbarukan dari air laut berupa pembangkit listrik tenaga air. Teknologi energi ini dapat dibuat melalui pengembangan struktur terapung.

Bentuk dari pembangkit listrik tenaga air dari struktur terapung sangat beragam. Mulai dari pembangkit listrik tenaga angin terapung, pembangkit listrik tenaga arus, pembangkit listrik tenaga gelombang, hingga pembangkit listrik tenaga surya yang dibuat terapung dan didirikan di laut.

Struktur terapung berperan besar dan efektif untuk pembangunan pembangkit listrik di laut karena dapat menopang berbagai properti seperti panel surya, transformer, hingga inverter secara terapung.

Baca Juga: Dua Bakteri Ini Jadi Solusi Pencemaran Minyak Bumi di Laut

“Jadi tak perlu fondasi yang harus mencapai dasar laut. Struktur ini juga dijaga oleh jangkar dan mooring pada suatu lokasi,” kata Farid.

Selain efektif, pembangkit listrik tenaga surya dengan struktur terapung juga memiliki berbagai keunggulan lain. Mulai dari pemindahan lokasi yang mudah dengan towing, penggunaan lahan yang efisien dan hemat karena tak perlu bersaing dengan lahan hunian yang mahal di darat, tidak rentan terhadap bencana alam, dan temperatur yang ada di perairan lautan membuat kinerja panel surya lebih baik. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bahtera Nabi Nuhenergi bersih dan berkelanjutanFarid Purna BaktiITBkapal besarkebutuhan panganpembangkit listrik tenaga airpembangkit listrik tenaga suryateknologi struktur terapung

Editor

Next Post
Trusted Media Summit 2022 diselenggarakan GNI dan AJI Indonesia di Denpasar, Bali pada Rabu, 21 September 2022. Foto Instagram AJI Indonesia.

Trusted Media Summit 2022: Disinformasi Politik hingga Masa Depan Jurnalisme

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media