Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Trusted Media Summit 2022: Disinformasi Politik hingga Masa Depan Jurnalisme

Rabu, 21 September 2022
A A
Trusted Media Summit 2022 diselenggarakan GNI dan AJI Indonesia di Denpasar, Bali pada Rabu, 21 September 2022. Foto Instagram AJI Indonesia.

Trusted Media Summit 2022 diselenggarakan GNI dan AJI Indonesia di Denpasar, Bali pada Rabu, 21 September 2022. Foto Instagram AJI Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Transformasi teknologi informasi menjadi tantangan media massa di tengah tren influencer, buzzer serta misinformasi dan disinformasi di ruang publik.

Masalah tersebut menjadi satu dari sejumlah bahasan yang di ketengahkan dalam acara Trusted Media Summit 2022 Sesi Indonesia yang digelar Google News Initiative (GNI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Prime Plaza Sanur Hotel, Denpasar, Bali pada Rabu, 21 September 2022.

Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 150 para pemangku kepentingan (multistakeholder) media membahas pelbagai tantangan media di era digital dan menemukan solusi-solusinya. Trusted Media Summit 2022 dihadiri unsur pemerintah, Dewan Pers, asosiasi jurnalis, platform media sosial, akademisi, pers mahasiswa, pengelola media, komunitas dan NGO. Acara ini menjadi rangkaian Trusted Media Summit Asia Pasifik yang digelar secara daring pada 20 September 2022.

Sejumlah topik krusial mulai tren disinformasi politik yang melibatkan influencer, buzzer; bagaimana memulihkan kepercayaan publik terhadap media, hingga masa depan jurnalisme dan media alternatif.

Baca Juga: Farid Purna Bakti: Atasi Persoalan Lingkungan dan Energi dengan Teknologi Bahtera Nabi Nuh

Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Ika Ningtyas mengatakan tantangan media di era digital semakin kompleks antara lain, menghadapi masifnya misinformasi dan disinformasi, mencari model bisnis yang tepat untuk bertahan, kepercayaan publik yang menurun dibandingkan media sosial, serta masalah etik dan kualitas jurnalisme.

Di sisi lain, secara eksternal, media dan jurnalis harus menghadapi tekanan dan represi dalam bentuk regulasi seperti UU ITE, Permenkominfo 5/2022 dan rencana pengesahan RKUHP. Ancaman lainnya berupa kekerasan fisik, psikis, digital dan pelecehan seksual. Praktik impunitas terhadap pelaku kejahatan terhadap media dan jurnalis juga belum berakhir. AJI mencatat ada 32 kekerasan beragam bentuk yang menimpa jurnalis di Tanah Air sejak Januari-September 2022.

“Tantangan internal dan eksternal ini harus menjadi perhatian bersama. Tanpa perlindungan terhadap kerja-kerja media dan jurnalis, demokrasi akan mati,” kata Ika dalam siaran pers AJI Indonesia.

Baca Juga: Mengembalikan Orangutan Tapanuli dari Desa Mardame ke Hutan Lindung Batang Toru

Untuk memerangi misinformasi dan disinformasi, AJI Indonesia sejak 2018 telah mendorong ekosistem pemeriksaan fakta melalui training cek fakta dan literasi digital terhadap 30 ribu jurnalis, persma dan akademisi; mengembangkan modul literasi digital untuk perguruan tinggi, dan saat ini berupaya memperkuat kolaborasi dan perlindungan pemeriksa fakta dalam menghadapi Pemilu 2024.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AJI IndonesiaAliansi Kekerasan terhadap Jurnalisbahasa jurnalistikGoogle News InitiativejurnalismeTrusted Media Summit 2022UU ITE

Editor

Next Post
Banjir setinggi tiga meter di Pulau Siberut di Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto Dok BNPB.

Banjir Setinggi Tiga Meter di Pulau Siberut, Ratusan Rumah dan Warga Terdampak

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media