Kamis, 9 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Farid Purna Bakti: Atasi Persoalan Lingkungan dan Energi dengan Teknologi Bahtera Nabi Nuh

Bahtera buatan Nabi Nuh telah menginspirasi pembuatan angkutan kapal yang memuat banyak orang dan barang di laut. Tak terkecuali solusi keberlanjutan energi bersih dan lingkungan. Seperti apakah itu?

Rabu, 21 September 2022
A A
Teknologi struktur terapung oleh Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Farid Putra Bakti, Ph.D. Foto itb.ac.id.

Teknologi struktur terapung oleh Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Farid Putra Bakti, Ph.D. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Teknologi struktur terapung juga dapat menjadi solusi untuk permasalahan di bidang energi. Teknologi ini dapat dikembangkan untuk menghasilkan energi bersih dan berkelanjutan. Apalagi 71 persen luasan bumi didominasi perairan.

“Itu menandakan dunia memiliki sumber energi terbarukan yang sangat melimpah dari perairan, terutama lautan,” terang Farid.

Baca Juga: Pakar Oseanografi: Air Laut Bisa Jadi Solusi Krisis Air Bersih di Indonesia

Tak terkecuali Indonesia, juga punya peluang untuk mengembangkan sumber energi terbarukan dari air laut berupa pembangkit listrik tenaga air. Teknologi energi ini dapat dibuat melalui pengembangan struktur terapung.

Bentuk dari pembangkit listrik tenaga air dari struktur terapung sangat beragam. Mulai dari pembangkit listrik tenaga angin terapung, pembangkit listrik tenaga arus, pembangkit listrik tenaga gelombang, hingga pembangkit listrik tenaga surya yang dibuat terapung dan didirikan di laut.

Struktur terapung berperan besar dan efektif untuk pembangunan pembangkit listrik di laut karena dapat menopang berbagai properti seperti panel surya, transformer, hingga inverter secara terapung.

Baca Juga: Dua Bakteri Ini Jadi Solusi Pencemaran Minyak Bumi di Laut

“Jadi tak perlu fondasi yang harus mencapai dasar laut. Struktur ini juga dijaga oleh jangkar dan mooring pada suatu lokasi,” kata Farid.

Selain efektif, pembangkit listrik tenaga surya dengan struktur terapung juga memiliki berbagai keunggulan lain. Mulai dari pemindahan lokasi yang mudah dengan towing, penggunaan lahan yang efisien dan hemat karena tak perlu bersaing dengan lahan hunian yang mahal di darat, tidak rentan terhadap bencana alam, dan temperatur yang ada di perairan lautan membuat kinerja panel surya lebih baik. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bahtera Nabi Nuhenergi bersih dan berkelanjutanFarid Purna BaktiITBkapal besarkebutuhan panganpembangkit listrik tenaga airpembangkit listrik tenaga suryateknologi struktur terapung

Editor

Next Post
Trusted Media Summit 2022 diselenggarakan GNI dan AJI Indonesia di Denpasar, Bali pada Rabu, 21 September 2022. Foto Instagram AJI Indonesia.

Trusted Media Summit 2022: Disinformasi Politik hingga Masa Depan Jurnalisme

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media