Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

FOLU Net Sink 2030 Tercapai Asalkan Indonesia-Norwegia Fokus Lima Hal

Walhi Nasional mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia menekan laju deforestasi untuk mencapai FOLU Net Sink 2030. Namun proyek ambisius itu harus berjalan efektif.

Rabu, 14 September 2022
A A
Warga memikul rumput untuk pakan ternak yang diperoleh dari kawasan hutan. Foto Wanaloka.com

Warga memikul rumput untuk pakan ternak yang diperoleh dari kawasan hutan. Foto Wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Zenzi Suhadi menyambut baik kerja sama Indonesia-Norwegia melalui MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia untuk mendukung capaian FOLU Net Sink 2030. Khususnya di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain dengan mengurangi emisi dari deforestasi, degradasi hutan dan lahan gambut yang kaya karbon serta menyerap lebih banyak karbon melalui restorasi hutan, lahan gambut dan bakau. Harapannya, mampu dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang memimpin penurunan emisi dari hutan dan penggunaan lahan.

“Tapi kerja sama untuk program ambisius itu efektif apabila menyasar lima hal,” kata Zenzi melalui siaran pers yang dilansir dari laman walhi.or.id.

Baca Juga: Sebelas Strategi Wujudkan FOLU Net Sink 2030 dan Kolaborasi Lima Kementerian

Pertama, penurunan deforestasi dengan mencabut izin-izin konsesi perusahaan di kawasan hutan serta melakukan moratorium izin perkebunan sawit dan tambang.

Kedua, percepatan pengakuan dan perlindungan wilayah kelola rakyat (WKR), baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, serta di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ketiga, mendukung ekonomi rakyat yang tumbuh dengan menjaga atau memulihkan hutan dan lahan serta fungsi lingkungan.

Keempat, mengembalikan daya tampung alam dan menghentikan kejahatan kehutanan dan lingkungan dengan melakukan penegakan hukum.

Baca Juga: Target FoLU Net Sink 2030 Indonesia akan Didukung Teknik Silvikultur Intensif

Kelima, lahirnya kebijakan baru berupa UU tentang Keadilan Iklim serta pencabutan aturan dan kebijakan yang menjadi sumber perusakan lingkungan hidup di Indonesia.

Dorongan Walhi ini berdasarkan aporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) 2017-2019, di mana sektor kehutanan dan tata guna lahan (forest and other land use/FOLU) masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca nasional tertinggi secara berturut-turut. Pada tahun 2017, sektor kehutanan dan tata guna lahan menyumbang emisi nasional sebesar 36 persen. Tahun 2018 sebesar 44 persen dan puncaknya pada 2019 sebesar 50 persen. Emisi sektor FOLU pada tahun tersebut setara dengan 924.853 Giga CO2eq.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Emisi gas rumah kacaFOLU Net Sink 2030mangroveperubahan iklimrestorasi hutanWalhi Nasional

Editor

Next Post
Peraturan Anti Deforestasi Uni Eropa, Walhi desak pemerintah segera benahi tata kelola sawit dan kayu. Foto Ilustrasi Pohon Eboni l Wanaloka.com.

Peraturan Anti Deforestasi UE, Walhi Desak Pemerintah Segera Benahi Tata Kelola Sawit dan Kayu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media