Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

FOLU Net Sink 2030 Tercapai Asalkan Indonesia-Norwegia Fokus Lima Hal

Walhi Nasional mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia menekan laju deforestasi untuk mencapai FOLU Net Sink 2030. Namun proyek ambisius itu harus berjalan efektif.

Rabu, 14 September 2022
A A
Warga memikul rumput untuk pakan ternak yang diperoleh dari kawasan hutan. Foto Wanaloka.com

Warga memikul rumput untuk pakan ternak yang diperoleh dari kawasan hutan. Foto Wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Zenzi Suhadi menyambut baik kerja sama Indonesia-Norwegia melalui MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia untuk mendukung capaian FOLU Net Sink 2030. Khususnya di sektor kehutanan dan penggunaan lahan lain dengan mengurangi emisi dari deforestasi, degradasi hutan dan lahan gambut yang kaya karbon serta menyerap lebih banyak karbon melalui restorasi hutan, lahan gambut dan bakau. Harapannya, mampu dan menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang memimpin penurunan emisi dari hutan dan penggunaan lahan.

“Tapi kerja sama untuk program ambisius itu efektif apabila menyasar lima hal,” kata Zenzi melalui siaran pers yang dilansir dari laman walhi.or.id.

Baca Juga: Sebelas Strategi Wujudkan FOLU Net Sink 2030 dan Kolaborasi Lima Kementerian

Pertama, penurunan deforestasi dengan mencabut izin-izin konsesi perusahaan di kawasan hutan serta melakukan moratorium izin perkebunan sawit dan tambang.

Kedua, percepatan pengakuan dan perlindungan wilayah kelola rakyat (WKR), baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, serta di pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ketiga, mendukung ekonomi rakyat yang tumbuh dengan menjaga atau memulihkan hutan dan lahan serta fungsi lingkungan.

Keempat, mengembalikan daya tampung alam dan menghentikan kejahatan kehutanan dan lingkungan dengan melakukan penegakan hukum.

Baca Juga: Target FoLU Net Sink 2030 Indonesia akan Didukung Teknik Silvikultur Intensif

Kelima, lahirnya kebijakan baru berupa UU tentang Keadilan Iklim serta pencabutan aturan dan kebijakan yang menjadi sumber perusakan lingkungan hidup di Indonesia.

Dorongan Walhi ini berdasarkan aporan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) 2017-2019, di mana sektor kehutanan dan tata guna lahan (forest and other land use/FOLU) masih menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca nasional tertinggi secara berturut-turut. Pada tahun 2017, sektor kehutanan dan tata guna lahan menyumbang emisi nasional sebesar 36 persen. Tahun 2018 sebesar 44 persen dan puncaknya pada 2019 sebesar 50 persen. Emisi sektor FOLU pada tahun tersebut setara dengan 924.853 Giga CO2eq.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Emisi gas rumah kacaFOLU Net Sink 2030mangroveperubahan iklimrestorasi hutanWalhi Nasional

Editor

Next Post
Peraturan Anti Deforestasi Uni Eropa, Walhi desak pemerintah segera benahi tata kelola sawit dan kayu. Foto Ilustrasi Pohon Eboni l Wanaloka.com.

Peraturan Anti Deforestasi UE, Walhi Desak Pemerintah Segera Benahi Tata Kelola Sawit dan Kayu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media