Kamis, 17 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Garinda Alma: 6M Plus 1S Antisipasi Gangguan Pernafasan Akibat Polusi Udara

Gangguan saluran pernafasan dan organ tubuh menjadi dampak polusi udara. Ada tips-tips yang bisa diterapkan untuk mengantisipasinya.

Senin, 11 September 2023
A A
Dokter Spesialis Paru, Garinda Alma Duta. Foto fk.unair.ac.id.

Dokter Spesialis Paru, Garinda Alma Duta. Foto fk.unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat tengah menghadapi persoalan polusi udara yang terus merebak. Ada dua jenis polusi udara, yakni kelompok gas dan partikulat atau debu yang terbagi menjadi tiga berdasarkan ukuran. Setiap partikulat (particulate matter/PM) memiliki karakteristik berbeda. Ada partikel kasar dengan diameter kurang dari 10 mikrometer, partikel halus berukuran 2,5 mikrometer, dan partikel nano yang kurang dari 0,1 mikrometer.

“PM2.5 adalah polutan yang tidak terlihat secara kasat mata, tapi sangat berbahaya,” kata Dosen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Dokter Spesialis Paru, Garinda Alma Duta pada 8 September 2023.

Partikel tersebut menjadi komponen pengukuran indeks kualitas udara mengacu pada standar World Health Organization (WHO). Semakin tinggi level PM2.5 menunjukkan kualitas udara di suatu wilayah semakin buruk. Kategorisasi tersebut ditandai dengan warna hijau (kurang dari 12 µg/m³), kuning (12-35,4 µg/m³), oranye (35,5-55,4 µg/m³), merah (55,5-150,4 µg/m³), ungu (150,5-250,4 µg/m³), serta ungu tua (lebih dari 250,5 µg/m³).

Baca Juga: Kontribusi PLTU Swasta dalam Polusi Udara, KLHK Terapkan Sanksi Berlapis

Bahaya Polusi Udara
Polusi udara yang terhirup manusia dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi organ tubuh, terutama paru. Polutan dapat menyerang saluran pernapasan hingga peredaran darah. Akibat jangka pendek adalah marak penyakit rhinitis, faringitis, laringitis, dan penurunan kekebalan tubuh.

“Ketika pertahanan tubuh melemah, tidak hanya iritasi, tapi juga infeksi pada organ pernapasan sehingga terjadi disfungsi. Efek lainnya seperti keluhan mata berair, mata merah, atau bersin,” terang dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo itu.

Dampak jangka panjang, polusi udara dapat menyebabkan peningkatan kasus penyakit paru kronik, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, dan serangan jantung. Bahkan, berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin pada ibu hamil yang berujung pada stunting.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 6M + 1SDokter Spesialis ParuFK UnairGarinda Alma DutaPM2.5polusi udarasaluran pernafasan

Editor

Next Post
Kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara ASEAN dalam Pembukaan KTT ASEAN ke-43. Foto Zabur Karuru/gallery.asean2023.id

Catatan Masyarakat Sipil: KTT ASEAN 2023 Jadi Episentrum Krisis

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media