Minggu, 19 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Garinda Alma: 6M Plus 1S Antisipasi Gangguan Pernafasan Akibat Polusi Udara

Gangguan saluran pernafasan dan organ tubuh menjadi dampak polusi udara. Ada tips-tips yang bisa diterapkan untuk mengantisipasinya.

Senin, 11 September 2023
A A
Dokter Spesialis Paru, Garinda Alma Duta. Foto fk.unair.ac.id.

Dokter Spesialis Paru, Garinda Alma Duta. Foto fk.unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat tengah menghadapi persoalan polusi udara yang terus merebak. Ada dua jenis polusi udara, yakni kelompok gas dan partikulat atau debu yang terbagi menjadi tiga berdasarkan ukuran. Setiap partikulat (particulate matter/PM) memiliki karakteristik berbeda. Ada partikel kasar dengan diameter kurang dari 10 mikrometer, partikel halus berukuran 2,5 mikrometer, dan partikel nano yang kurang dari 0,1 mikrometer.

“PM2.5 adalah polutan yang tidak terlihat secara kasat mata, tapi sangat berbahaya,” kata Dosen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Dokter Spesialis Paru, Garinda Alma Duta pada 8 September 2023.

Partikel tersebut menjadi komponen pengukuran indeks kualitas udara mengacu pada standar World Health Organization (WHO). Semakin tinggi level PM2.5 menunjukkan kualitas udara di suatu wilayah semakin buruk. Kategorisasi tersebut ditandai dengan warna hijau (kurang dari 12 µg/m³), kuning (12-35,4 µg/m³), oranye (35,5-55,4 µg/m³), merah (55,5-150,4 µg/m³), ungu (150,5-250,4 µg/m³), serta ungu tua (lebih dari 250,5 µg/m³).

Baca Juga: Kontribusi PLTU Swasta dalam Polusi Udara, KLHK Terapkan Sanksi Berlapis

Bahaya Polusi Udara
Polusi udara yang terhirup manusia dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi organ tubuh, terutama paru. Polutan dapat menyerang saluran pernapasan hingga peredaran darah. Akibat jangka pendek adalah marak penyakit rhinitis, faringitis, laringitis, dan penurunan kekebalan tubuh.

“Ketika pertahanan tubuh melemah, tidak hanya iritasi, tapi juga infeksi pada organ pernapasan sehingga terjadi disfungsi. Efek lainnya seperti keluhan mata berair, mata merah, atau bersin,” terang dokter yang bertugas di RSUD dr Soetomo itu.

Dampak jangka panjang, polusi udara dapat menyebabkan peningkatan kasus penyakit paru kronik, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, dan serangan jantung. Bahkan, berpotensi mengganggu tumbuh kembang janin pada ibu hamil yang berujung pada stunting.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 6M + 1SDokter Spesialis ParuFK UnairGarinda Alma DutaPM2.5polusi udarasaluran pernafasan

Editor

Next Post
Kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara ASEAN dalam Pembukaan KTT ASEAN ke-43. Foto Zabur Karuru/gallery.asean2023.id

Catatan Masyarakat Sipil: KTT ASEAN 2023 Jadi Episentrum Krisis

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media