Sabtu, 21 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Berau M5.5 Dipicu Sesar Sangkulirang yang Pernah Terjadi 1921

Senin, 16 September 2024
A A
Ada 18 kali gempa susulan dari gempa Berau M5,5 pada 15-16 September 2024. Foto BMKG.

Ada 18 kali gempa susulan dari gempa Berau M5,5 pada 15-16 September 2024. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Lebih lanjut Daryono menerangkan, bahwa berdasarkan berbagai sumber yang dikumpulkannya, gempa Berau & Mangkalihat Kaltim M5,5 tadi malam mengingatkan pada peristiwa gempa besar yang terjadi di wilayah tersebut pada tahun 1921. Tepatnya tanggal 14 Mei 1921, terjadi gempa kuat di Kaltim dengan skala intensitas maksimum VII MMI alias kerusakan berat.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di wilayah Sangkulirang dengan kerusakan terparah di Pulau Rending (Teluk Sangkulirang). Banyak rumah rusak di pulau ini, tepatnya di Kaliorang dan Sekurau.

Baca Juga: Deendarlianto, Kembangkan Penelitian Produk Hidrogen Hijau

Dampak gempa kuat itu mengakibatkan lubang bor menyemburkan air. Juga terjadi banyak rekahan tanah sepanjang 10 meter, lebar 20 cm dan kedalaman 2 meter. Dari rekahan-rekahan itu juga menyemburkan air bercampur pasir dan tanah liat.

“Itu menunjukkan terjadi likuifaksi,” kata Daryono.

Wilayah yang diguncang gempa mencapai radius 250 kilometer. Juga terjadi 10 guncangan gempa susulan yang kuat. Gempa tersebut dipicu sesar Sangkulirang (Sangkulirang Fault Zone) yang memicu tsunami dan kerusakan parah di Sekurau.

Baca Juga: Indonesia Rentan Perubahan Iklim, Pemerintah Masih Gunakan Batu Bara

“Menurut saksi mata, tsunami menggenangi jalan setinggi satu meter,” imbuh Daryono.

Warga pesisir lari ke dataran tinggi

Sementara berdasarkan laporan yang diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa yang dirasakan selama 2 hingga 3 detik di Kabupaten Berau ini menyebabkan kepanikan di warga. Banyak warga keluar rumah untuk mencari tempat aman. Di pesisir pantai Batu Putih, beberapa warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi gempa susulan dan potensi tsunami.

“Meskipun BMKG telah mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak menimbulkan potensi tsunami,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis tertanggal 16 September 2024.

Baca Juga: IKN Mereplikasi Konsep Rehabilitasi Lahan Kritis Hutan Wanagama di Gunungkidul

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BPBD Berau terus melakukan pemantauan dan memberikan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat setempat, khususnya di wilayah pesisir.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan selalu mengikuti arahan petugas BPBD setempat. Masyarakat diharapkan segera memeriksa kondisi bangunan mereka, terutama struktur yang mungkin mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa. Bangunan yang rusak harus segera diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan keamanan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BNPBgempa Beraugempa dan tsunami 1921gempa susulanKalimantan Timursesar Sangkulirang

Editor

Next Post
Mahasiswa Teknik Geologi ITB melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Foto ITB.

Melihat Jejak Pembentukan Pulau Jawa di Karangsambung Kebumen

Discussion about this post

TERKINI

  • Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun
    In Lingkungan
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia
    In Rehat
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Air melimpas ke jalan raya Purwodadi-Semarang, akibat tanggul tidak mampu menampung debit air di Dusun Mlati, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin, 16 Februari 2026. Foto BPBD Kabupaten Grobogan.Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, Beberapa Tanggul Jebol
    In Bencana
    Senin, 16 Februari 2026
  • Peneliti BRIN melakukan penelitian di Sungai Cisadane. Foto Dok. BRIN.Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Peneliti BRIN Bagikan Strategi Mitigasi Darurat
    In Lingkungan
    Senin, 16 Februari 2026
  • Citra satelit terkait potensi monsun Asia yang menguat. Foto Dok. BMKG.Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Aceh hingga Papua
    In News
    Minggu, 15 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media