Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Deendarlianto, Kembangkan Penelitian Produk Hidrogen Hijau

Riset energi hidrogen di Indonesia belum banyak dikembangkan. Padahal di negara maju, riset dan aplikasi pemanfaatan energi hidrogen sudah sejak lama diterapkan.

Sabtu, 14 September 2024
A A
Guru Besar FT UGM, Prof. Deendarlianto. Foto UGM.

Guru Besar FT UGM, Prof. Deendarlianto. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hidrogen berpotensi menjadi bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil. Sebab energi yang dihasilkan bisa sangat besar tanpa menghasilkan jejak karbon atau limbah lingkungan.

“Hidrogen bisa menjadi pengganti bahan bakar pengganti bahan bakar di berbagai sektor, contohnya seperti sektor transportasi dan pembangkit listrik,” kata Peneliti hidrogen dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Deendarlianto saat ditemui di Laboratorium Mekanika Fluida FT UGM, Jumat, 13 September 2024.

Apalagi, seluruh negara Tengah berkomitmen untuk mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan di tengah keterbatasan sumber energi minyak dan gas bumi. Apalagi bahan bakar fosil merupakan pemasok terbesar terhadap jejak karbon serta pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Indonesia Rentan Perubahan Iklim, Pemerintah Masih Gunakan Batu Bara

Namun riset energi hidrogen di Indonesia belum banyak dikembangkan. Padahal di negara maju seperti di Amerika dan Eropa, riset dan aplikasi pemanfaatan energi hidrogen sudah sejak lama diterapkan.

Deen, demikian sapaan akrabnya menyampaikan bahwa penelitian terkait hidrogen yang dilakukannya bersama tim merupakan sebuah proyek kolaborasi yang dibiayai pemerintah serta beberapa pihak dari industri seperti PLN dan Pertamina. Proyek ini juga diikuti berbagai universitas dalammaupun luar negeri, seperti UI, ITS, NTU, serta universitas Groningen dari Belanda.

Dalam proyek kolaborasi ini, fokus utama dari penelitian adalah produksi green hydrogen yang merupakan jenis hidrogen yang diproduksi dengan cara ramah lingkungan.

Baca Juga: IKN Mereplikasi Konsep Rehabilitasi Lahan Kritis Hutan Wanagama di Gunungkidul

“Kami juga tengah memimpin program riset terkait metode penyimpanan dari hidrogen itu sendiri,” kata Deen.

Meski baru dalam tahap riset dan pengembangan, riset ini sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Namun salah satu tantangan terbesar yang tim hadapi terkait penyimpanan hidrogen yang bisa dipastikan tidak boleh bocor atau keluar. Sebab jika hidrogen bertemu oksigen, maka dapat menimbulkan kerusakan yang tidak diinginkan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahan bakar alternatifbahan bakar fosilFT UGMgreen hydrogenjejak karbonmetode penyimpanan hidrogen

Editor

Next Post
Potret pencemaran plastik di salah satu sungai di Indonesia. Foto dok. Tim Ekspedisi Sungai Nusantara.

Sampah Plastik dari Indonesia Berlayar Sampai Afrika

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media