Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Rentan Perubahan Iklim, Pemerintah Masih Gunakan Batu Bara

Jumat, 13 September 2024
A A
Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.

Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia menempati peringkat ke-14 dalam Global Climate Risk Index, artinya negeri ini menghadapi ancaman serius dari perubahan iklim. Berdasarkan data Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejak 1981 hingga 2018, terjadi peningkatan suhu sebesar 0,03 derajat Celcius per tahun disertai kenaikan permukaan air laut sebesar 0,8-1,2 cm per tahun.

Kondisi ini menjadi ancaman signifikan, mengingat 65 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir. Data ini menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan tantangan yang sudah terjadi dan akan terus memburuk tanpa langkah mitigasi yang tepat.

“Kalau dilihat dari Global Climate Risk Index, sebagai negara kepulauan, Indonesia cukup rentan terhadap risiko dan dampak perubahan iklim,” ujar Direktur Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Gunawan dalam acara Tematik Bakohumas di Bandung, Kamis, 12 September 2024.

Baca Juga: IKN Mereplikasi Konsep Rehabilitasi Lahan Kritis Hutan Wanagama di Gunungkidul

Menurut World Energy Council, Indonesia memiliki lima variasi sumber energi. Untuk menghadapi tantangan ini, Indonesia harus seimbang dalam menjaga energy security, energy equity, dan keberlanjutan lingkungan.

“Saat ini, kita berada di peringkat 58 dari 126 negara. Ini menunjukkan bahwa kita masih berada di papan tengah, sehingga perlu ada upaya untuk memperbaiki posisi ini agar indeks kita semakin baik,” lanjut Hendra.

Indonesia, sebagai bagian dari komunitas global diklaim telah berkomitmen pada berbagai upaya mitigasi perubahan iklim. Salah satunya melalui Paris Agreement dengan komitmen menjaga kenaikan suhu global tidak melebihi 2 derajat C, dan diupayakan hingga kurang dari 1,5 derajat C.

Baca Juga: Anak Badak Jawa Kepergok Kamera Jebak di Ujung Kulon, Begini Respon Induknya

“Selain meratifikasi Paris Agreement, Indonesia juga memiliki komitmen nasional seperti Enhanced NDC (E-NDC) dan target Net-Zero Emission (NZE),” jelas Hendra.

Menurut Hendra, efisiensi energi juga merupakan langkah penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

“Kami punya amanah untuk menurunkan emisi pada 2030 sebesar 358 juta ton setara karbon. Langkah pertama yang bisa kami lakukan adalah efisiensi energi dengan target 37 persen. Jadi, jangan lupakan pentingnya efisiensi energi,” tegas Hendra.

Baca Juga: Warga Jawa Barat Tagih Janji Pemenuhan Hak Atas Tanah di Kawasan Hutan

Langkah efisiensi energi yang dimaksud termasuk manajemen energi, peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga, penggunaan Penerangan Jalan Umum (PJU) hemat energi, serta adopsi kendaraan listrik.

Keberlanjutan Operasi PLTU

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batu baraGlobal Climate Risk Indexnet zero emissionspensiun dini PLTUperubahan iklim

Editor

Next Post
Guru Besar FT UGM, Prof. Deendarlianto. Foto UGM.

Deendarlianto, Kembangkan Penelitian Produk Hidrogen Hijau

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media