Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kali terjadi gempa susulan atau aftershock pasca gempa utama, gempa dangkal yang mengguncang Laut Flores, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan, pada pukul 21.20 WIB, Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan diguncang gempa bumi tektonik.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,4 pada kedalaman 14 kilometer. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,16° LS ; 120,81° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 121 km Tenggara Selayar,” sebut Wijayanto.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Wijayanto mengatakan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis beberapa menit setelah gempat terjadi.






Discussion about this post