Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Dangkal Laut Jawa 6,5 Magnitudo, Gempa Susulan 64 Kali Terjadi

Jumat, 22 Maret 2024
A A
Dampak gempa dangkal Laut Jawa 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024, sejumlah pasien di Rumah Sakit Nadhlatul Ulama, Kabupaten Tuban, dievakuasi ke halaman rumah sakit. Foto Pusdalops BNPB.

Dampak gempa dangkal Laut Jawa 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024, sejumlah pasien di Rumah Sakit Nadhlatul Ulama, Kabupaten Tuban, dievakuasi ke halaman rumah sakit. Foto Pusdalops BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Berdasarkan laporan dari masyarakat gempa bumi ini menimbulkan kerusakan di Pulau Bawean. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono.

Pada akun media sosial X, Daryono mengungkapkan hingga pukul 18.21 WIB, telah terjadi 64 kali gempa susulan.

Warga Panik

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, gempa dangkal Laut Jawa menyebabkan kepanikan di masyarakat.

Warga di Kabupaten Tuban merasakan guncangan gempa dengan durasi lebih kurang 15 detik. Sementara warga di Kabupaten Rembang merasakan guncangan gempa durasi sekira 5 hingga 20 detik.

“Gempa tersebut turut membuat masyarakat sempat panik dan melakukan evakuasi mandiri keluar rumah. Di laporkan juga sebagian besar pasien di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Tuban harus dievakuasi ke halaman rumah sakit sebagia bentuk kesiapsiagaan,” kata Abdul Muhari. dalam siaran pers BNPB.

Baca Juga: Banjir Demak, Tanggul Kembali Jebol Presiden Instruksikan Segera Diatasi

Ditegaskannya, hingga siaran pers BNPB diterbitkan, ditidak ada korban jiwa pasca kejadian gempa.

“Kendati demikian BPBD Tuban, Rembang dan Gresik terus melakukan monitoring dan pendataan dampak gempa yang terjadi guna memastikan kondisi dan penanganan lebih lanjut,” imbuh Muhari. [WLC01]

Sumber: Inatews BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gempa dangkalgempa dangkal Laut JawaGempa Jawa TimurPulau Baweansesar aktif Laut Jawa

Editor

Next Post
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Foto Akun X @DaryonoBMKG.

Penjelasan Daryono Soal Banyaknya Gempa Susulan Pulau Bawean

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media