Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Dangkal M6,5 di Nabire Dipicu Sesar Anjak Weyland

Jumat, 19 September 2025
A A
Gempa bumi M6,5 di Nabire dipicu Sesar Anjak Weyland, 19 September 2025. Foto Dok. DaryonoBMKG/X.

Gempa bumi M6,5 di Nabire dipicu Sesar Anjak Weyland, 19 September 2025. Foto Dok. DaryonoBMKG/X.

Share on FacebookShare on Twitter

Guncangan kuat

BNPB melaporkan warga panik setelah merasakan gempa kuat. Guncangan berlangsung selama 2 hingga 3 detik di Kabupaten Nabire. Warga setempat panik dan keluar rumah untuk mengantisipasi dampak gempa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nabire segera melakukan pemantauan di lapangan pascagempa.

Baca juga: Komisi III DPR Desak Penegak Hukum Usut Aktor Besar Tambang Ilegal di Manokwari

Suharyanto memastikan situasi Kota Nabire kondusif, aman dan terkendali usai gempa. Aktivitas masyarakat berangsur normal sejalan dengan penanganan darurat bencana yang dilakukan oleh BPBD Nabire beserta jajaran instansi terkait.

“Situasi secara umum aman terkendali,” kata Suharyanto.

BNPB tetap akan mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) hari ini menuju Nabire untuk memberikan pendampingan pemerintah daerah setempat terkait langkah-langkah monitoring dan kaji cepat. Juga upaya lain yang dibutuhkan selama penanganan darurat sehingga dapat berjalan dengan baik.

Baca juga: Pourfect 60, Permudah Barista Menyeduh Kopi V60 secara Efisien dan Konsisten

Dari hasil monitoring dan kaji cepat di lapangan nantinya, tim akan segera melakukan analisis dan evaluasi. Jika penanganan darurat sudah dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, maka BNPB tidak akan banyak memberikan intervensi dan seluruh rangkaian penanganan darurat diserahkan kepada pemerintah daerah setempat.

Namun jika eskalasi dampak gempabumi kian masif dari hasil kaji cepat, maka BNPB akan mengirimkan Deputi Bidang Penanganan Darurat, Mayjen TNI Budi Irawan untuk memimpin penanganan darurat lebih lanjut.

“Apakah status akan ditingkatkan atau apakah ini sudah bisa ditangani, kami akan lihat ke depannya,” jelas Suharyanto.

Baca juga: Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa. Sedangkan kondisi kerusakan yang dihimpun dari lapangan per pukul 10.00 WIB diperoleh data 2 unit rumah rusak, fasilitas bandara rusak di bagian kaca-kaca, kantor bupati rusak di bagian plafon, gereja katolik KR Malompo rusak di bagian langit-langit, jembatan Sriwani amblas dan jaringan telepin serta komunikasi sempat lumpuh.

Terkait dukungan penanganan kerusakan infrastruktur, BNPB akan membantu perbaikan sesuai dengan tingkatan kerusakan yang ditimbulkan. Hasil pendataan dan analisis lapangan akan digunakan menjadi dasar perbaikan rusaknya infrastruktur tersebut.

“Kami juga memastikan kerusakan akan kami perbaiki,” jelas Suharyanto.

Ia mengingatkan kepada warga setempat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryonogempa dangkalgempa NabireKepala BNPB Letjen TNI SuharyantoSesar Anjak Weyland

Editor

Next Post
Jampiklim menggelar Aksi Jumat Wagen bertema "Mewarnai Bumi, Menyambut Hari Tani" di halaman DPRD DIY, 19 September 2025. Foto Dok.Jampiklim.

Sambut Hari Tani, Jampiklim Serukan Penertiban Pertambangan di Wilayah DIY

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media