Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Mentawai Dirasakan Kuat, Warga Sempat Mengungsi ke Perbukitan

Minggu, 11 September 2022
A A
Gempa Mentawai dirasakan kuat, warga sempat mengungsi ke perbukitan, pada Minggu, 11 September 2022. Foto BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Gempa Mentawai dirasakan kuat, warga sempat mengungsi ke perbukitan, pada Minggu, 11 September 2022. Foto BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbuh Daryono.

Baca Juga: Ini Penjelasan BMKG Soal Gempa Beruntun di Papua

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, guncangan gempa Mentawai dirasakan kuat oleh warga dalam durasi 5 hingga 10 detik, menyebabkan kepanikan warga hingga mengungsi ke tempat yang tinggi.

“Menurut laporan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai dan BPBD Provinsi Sumatera Barat, gempa bumi itu dirasakan kuat selama kurang lebih 5 detik di Tuapejat, dan 10 detik di Kota Padang. Gempa tersebut memicu kepanikan warga sehingga berhamburan keluar rumah. Beberapa warga di Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini telah melakukan evakuasi mandiri ke lokasi pengungsian,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Novriadi mengatakan, dampak gempa Mentawai-Siberut warga di tujuh dusun Desa Simalegi dan warga di tiga dusun di Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, yang sebelumnya mengungsi ke perbukitan sudah kembali.

“Kurang dari 200 warga Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara juga turut mengungsi ke tempat yang tinggi dan aman,” kata Novriadi.

Baca Juga: Apa Kabar ‘Bestie’ Harimau Sumatera yang Diselamatkan dari Konflik

Mengenai data kerusakan dampak gempa Mentawai-Siberut, Novriadi menyebutkan, keruskaan ringan terjadi pada gedung SMP Negeri Sagulubbek dan Puskesmas Betaet di Kecamatan Siberut Barat Daya. Kerusakan itu berupa dinding yang retak dan keramik dinding.

BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai mencatat adanya satu korban luka dari warga Desa Betaet.

“Seorang warga Betaet terluka di kepala terkena kayu rumahnya saat hendak lari keluar rumah. Mereka sudah ditangani pihak Puskesmas setempat,” imbuh Novriadi.

Penanganan dampak gempa Mentawai-Siberut hari ini, BPBD Provinsi Sumatera Barat dan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk asesmen lanjutan dan memonitor dampak yang ditimbulkan setelah terjadi gempa bumi. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGBNPBdampak gempa Mentawai SiberutGempa bumigempa hari iniGempa hari ini di Mentawaigempa Megathrustgempa Mentawaigempa Mentawai dirasakan kuatgempa Pulau SiberutGempa SiberutKabupaten Kepulauan MentawaiProvinsi Sumatera Barattips bikin alarm gempaZona Megathrust Mentawai Siberut

Editor

Next Post
Generasi muda mitigasi perubahan iklim, dalam diskusi bertajuk: Kolaborasi Jurnalis dan Kalangan Muda Merespons Perubahan Iklim, di Yogyakarta, Sabtu, 10 September 2022. Foto Ist.

Generasi Muda Mitigasi Perubahan Iklim, Apa dan Bagaimana

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media