Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Mentawai Dirasakan Kuat, Warga Sempat Mengungsi ke Perbukitan

Minggu, 11 September 2022
A A
Gempa Mentawai dirasakan kuat, warga sempat mengungsi ke perbukitan, pada Minggu, 11 September 2022. Foto BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Gempa Mentawai dirasakan kuat, warga sempat mengungsi ke perbukitan, pada Minggu, 11 September 2022. Foto BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa Mentawai dirasakan kuat oleh warga dalam durasi 5 hingga 10 detik yang terjadi pada Minggu, 11 September 2022, pukul 06.10 WIB. Gempa Mentawai dengan magnitudo 6,1 berpusat di darat di wilayah Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.

Gempa Mentawai-Siberut memicu kepanikan warga bahkan ratusan warga sempat mengungsi ke perbukitan.  BNPB melaporkan dampak gempa Mentawai, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan seorang warga dilaporkan mengalami luka.

Plt. Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, gempa Mentawai memiliki parameter update magnitudo 6,2 dengan pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,18 Lintang Selatan-98,53 Bujur Timur.

Baca Juga: Gempa Mentawai Siberut, Kepala BNPB Berbagi Tips Bikin Alarm Gempa

“Tepatnya berlokasi di darat wilayah Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada kedalaman 27 kilometer. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng di zona Megathrust Mentawai-Siberut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono dalam siaran persnya.

BMKG menegaskan, gempa magnitudo 6,1  yang berpusat di darat wilayah Siberut Barat, atau berjarak 161 kilometer barat laut Kabupaten Kepulauan Mentawai, tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa hari ini di Mentawai dirasakan hingga intensitas skala V MMI (Modified Mercalli Intensity). Diilustrasikan dampak guncangan gempa skala V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Baca Juga: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di 24 Provinsi Ini

Peta dampak guncangan gempa Mentawai-Siberut, meliputi wilayah Siberut Utara dengan intensitas skala V MMI. Sedangkan di daerah Sagulubeg, Siberut Barat, Sikabaluan, Tuapejat guncangan gempa Mentawai dirasakan dengan skala intensitas IV-V MMI.

Di Kota Padang, Padang Panjang, Painan, Pasaman Barat gempa dangkal tersebut dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI.

Daryono mengatakan pada pukul 07.10 WIB, terjadi gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 5,3.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBdampak gempa Mentawai SiberutGempa bumigempa hari iniGempa hari ini di Mentawaigempa Megathrustgempa Mentawaigempa Mentawai dirasakan kuatgempa Pulau SiberutGempa SiberutKabupaten Kepulauan MentawaiProvinsi Sumatera Barattips bikin alarm gempaZona Megathrust Mentawai Siberut

Editor

Next Post
Generasi muda mitigasi perubahan iklim, dalam diskusi bertajuk: Kolaborasi Jurnalis dan Kalangan Muda Merespons Perubahan Iklim, di Yogyakarta, Sabtu, 10 September 2022. Foto Ist.

Generasi Muda Mitigasi Perubahan Iklim, Apa dan Bagaimana

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media