Kamis, 5 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa Sangihe M7,0 Dirasakan di Wilayah KRB Gempa Bumi

Kamis, 11 Juli 2024
A A
Gempa Sangihe M7,0 pada 11 Juli 2024. Foto InaTEWS.

Gempa Sangihe M7,0 pada 11 Juli 2024. Foto InaTEWS.

Share on FacebookShare on Twitter

Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Umumnya, daerah ini tersusun morfologi dataran pantai dan pada bagian tengahnya merupakan perbukitan bergelombang hingga terjal.

Menurut data Badan Geologi, daerah tersebut tersusun oleh tanah lunak (kelas E) dan tanah sedang (kelas D) pada morfologi pantai, serta tanah keras (kelas C) pada morfologi perbukitan. Batuannya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan.

Baca Juga: DPR Sahkan RUU KSDAHE dan Walhi Menolak karena Poin-poin Kritis Diabaikan

“Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi,” papar Wafid.

Sementara berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat, gempa bumi ini dipicu aktivitas zona penunjaman di selatan Filipina dengan mekanisme sesar naik sudut landai.

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca, Ini Pulau yang Masih Diguyur Hujan dan Angin Kencang 8-14 Juli

Wafid menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, dan jangan percaya oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

“Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud tergolong rawan gempa bumi dan tsunami. Jadi harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non structural. Bangunan-bangunan di sana harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan,” tutup Wafid. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Deep Focus EartquakeGempa SangiheKepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG DaryonoKepulauan TalaudKRB gempa bumiPulau Mindanao

Editor

Next Post
Bayi orangutan ke-4 yang ditemukan tanpa induk di Melawi, Kalimantan Barat, 9 Juli 2024. Foto BKSDA Kalbar.

Empat Kali Bayi Orangutan Tanpa Induk Kembali Diselamatkan di Melawi

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media