Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Memanen Air Hujan dan Restorasi Sungai UGM Atasi Krisis Air

Populasi dunia tahun 2022 mencapai lebih dari 7,9 miliar jiwa dan terus meningkat. Angka itu berbalik dengan ketersediaan air bersih.

Sabtu, 25 Mei 2024
A A
Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Laporan Bank Dunia Tahun 2022 disebutkan, bahwa saat ini populasi dunia mencapai lebih dari 7,9 miliar jiwa dan terus meningkat setiap tahunnya. Angka tersebut berbanding terbalik dengan ketersediaan air bersih dunia. Indonesia sendiri diperkirakan akan mengalami krisis air bersih pada tahun 2040. Ancaman ini tentunya memerlukan penanganan dan antisipasi khusus agar masyarakat tidak kekurangan air bersih.

Pakar hidrologi sekaligus Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof Agus Maryono memperkenalkan Gerakan Memanen Air Hujan Indonesia dan Gerakan Restorasi Sungai Indonesia. Menurut dia, air hujan dapat menjadi salah satu sumber air alternatif, terlebih dengan kondisi dua musim yang dimiliki Indonesia.

Mengingat selama ini air hujan yang turun setiap periode musim penghujan langsung dialirkan ke saluran drainase tanpa ada upaya pengolahan kembali. Padahal, rata-rata curah hujan Indonesia mencapai 2.000-3.000 millimeter per tahun.

Baca Juga: Geomimo BRIN untuk Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penanggulangan Bencana

“Sebenarnya air tanah itu tidak hanya dipompa, dipakai, dan diukur, tapi perlu dikonservasi. Salah satu konservasinya adalah dengan air hujan,” kata Agus dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis, 23 Mei 2024.

Air hujan yang dikonversi bisa diinjeksikan ke dalam tanah sehingga bisa memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah.

Selain memanen air hujan, Agus juga menyampaikan upaya restorasi sungai. Menurut dia, sungai memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal ketersediaan air bersih. Sayangnya, kondisi sungai-sungai di Indonesia justru sangat memprihatinkan dengan adanya tumpukan sampah dan ekosistem yang tidak terawat.

Baca Juga: Jokowi Klaim Bendungan Jadi Solusi Krisis Air, Walhi Ingatkan Kasus Wadas

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: krisis airmemanen air hujanperubahan iklimProf Agus Maryonorestorasi sungaiSekolah Vokasi UGM

Editor

Next Post
Danau Toba, Sumatera Utara menjadi ajang F1 Powerboat 2024. Foto Kemenparekraf.

Selamatkan Ekosistem Danau!

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media